Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rugi Bersih Rp205 Miliar, Kimia Farma (KAEF) Optimistis Kinerja Membaik

Kimia Farma (KAEF) optimistis dapat meningkatkan kinerja di tengah kerugian selama enam bulan pertama 2022.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  19:32 WIB
Rugi Bersih Rp205 Miliar, Kimia Farma (KAEF) Optimistis Kinerja Membaik
Direktur Utama Kimia Farma, David Utama dalam acara Media Gathering di Pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), Senin (3/10/2022). - Bisnis/Dewi Fadhilah Soemanagara
Bagikan

Bisnis.com, CIKARANG — Emiten BUMN farmasi, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) tetap optimistis dapat meningkatkan kinerja ke depan meski perolehan di paruh pertama tahun ini masih mencetak kerugian.

Direktur Utama Kimia Farma, David Utama mengatakan KAEF akan fokus untuk mendongkrak operational excellence yang pada akhirnya akan dapat mengerek kinerja keuangan.

“Kami mulai melihat turnover operation di kuartal ini, Juli-September 2022 mulai ada turnover,” paparnya dalam acara Media Gathering di Pabrik PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopia (KFSP), Senin (3/10/2022).

David menambahkan, dari segi market excess ada sejumlah proyek yang luar biasa besar selama pandemi Covid-19 yang sempat membuat kinerja keuangan KAEF melesat dibandingkan tahun ini.

“Buat saya [kerugian] itu sementara, karena dengan perbaikan kinerja dan operational excellence bisa mengoreksi beberapa baseline yang harus diperbaiki,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pendapatan KAEF sepanjang semester I/2022 tercatat turun 20,4 persen secara tahunan senilai Rp4,4 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,5 triliun.

Laba bersih KAEF pun terjun bebas dan berbalik menjadi rugi bersih senilai Rp205,12 miliar. Padahal, pada semester I/2021 KAEF masih membukukan laba bersih Rp57,6 miliar.

KAEF tercatat sebagai perusahaan farmasi terintegrasi dari hulu ke hilir yang memiliki 10 pabrik pembuatan obat, 48 unit pusat distribusi, 1.187 unit apotek, 410 unit klinik, dan 72 laboratorium yang tersebar di seluruh Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kimia farma kaef BUMN rugi bersih
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top