Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kimia Farma (KAEF) Rugi Rp205 Miliar Semester I/2022, Penjualan Turun

Kimia Farma (KAEF) masih membukukan kerugian di semester I/2022 senilai Rp205 miliar di tengah penurunan pendapatan.
Dewi Fadhilah Soemanagara
Dewi Fadhilah Soemanagara - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  12:21 WIB
Kimia Farma (KAEF) Rugi Rp205 Miliar Semester I/2022, Penjualan Turun
Konsumen melakukan transaksi di salah satu apotek Kimia Farma. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten farmasi pelat merah, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) mencatatkan kinerja keuangan yang menurun signifikan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Mengutip laporan keuangan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (2/10/2022) emiten dengan kode saham KAEF tersebut membukukan pendapatan di semester I/2022 senilai Rp4,4 triliun, turun 20,4 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp5,5 triliun.

Raihan pendapatan KAEF ditopang penjualan domestik Rp4,3 triliun dan penjualan luar negeri yang mencapai Rp60,9 miliar.

Segmen produk obat generik menyumbang pendapatan terbesar senilai Rp342,8 miliar, sisanya ditopang segmen obat ethical Rp292,6 miliar, bahan baku Rp66,4 miliar, dan pendapatan lain-lain Rp33,7 miliar.

Sementara itu, penjualan dari pihak ketiga disumbang produk obat ethical Rp1,35 triliun, alat kesehatan (alkes) senilai Rp803 miliar, dan obat over the counter (OTC) Rp864 miliar.

Adapun beban pendapatan KAEF tercatat turun sebesar 20,27 persen menjadi Rp2,95 triliun, sehingga laba kotor produsen obat ini pun anjlok 20,97 persen senilai Rp1,48 triliun.

Otomatis, KAEF pun membukukan kerugian bersih sepanjang semester pertama tahun ini Rp205,12 miliar. Kerugian ini terjun bebas alias berbalik rugi dari periode yang sama 2021, di mana KAEF mencetak laba bersih senilai Rp57,6 miliar.

Padahal, sebelumnya pada 2021 KAEF berhasil membukukan laba bersih yang moncer 711 persen senilai Rp301,9 miliar pada kuartal III/2021 dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp37,19 miliar.

Teranyar, KAEF melakukan aksi korporasi dengan PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) guna memperluas layanan fasilitas kesehatan dan telemedisin.

Pada perdagangan Jumat, (2/10/2022) saham KAEF terpantau bertengger di zona merah, turun 1,19 persen menjadi Rp1.250 per saham.

Dalam sebulan terakhir, saham KAEF melemah 10 persen, sedangkan secara year-to-date (ytd) telah menurun sebesar 49,80 persen dari posisi harga Rp2.490 di awal 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kimia farma kaef Kinerja Emiten BUMN
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top