Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Pekan Pertama ORI022 Laku Rp2,08 Triliun

Total penjualan ORI022 telah menyentuh Rp2,08 triliun, dari target awal senilai Rp10 triliun.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 02 Oktober 2022  |  07:44 WIB
Penjualan Pekan Pertama ORI022 Laku Rp2,08 Triliun
Total penjualan ORI022 telah menyentuh Rp2,08 triliun, dari target awal senilai Rp10 triliun.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Memasuki pekan pertama penjualan Obligasi Ritel Negara (ORI) seri ORI022, baru tercatat terjual sebesar Rp2,08 triliun.

Adapun Jika dibandingkan dengan penjualan seri sebelumnya, penjualan seri ORI022 kali ini lebih lambat. Di mana pada penjualan kurang lebih pekan pertama ORI021 pada awal tahun lalu telah mencapai Rp9,26 triliun.

Berdasarkan data yang dilansir dari salah satu mitra distribusi daring Minggu (2/10/2022) sekitar pukul 07.00, total penjualan ORI022 telah menyentuh Rp2,08 triliun. Di mana kuota pemesanan tercantum Rp7,92 triliun dari target Rp10 triliun.

Adapun, masa penawaran dibuka hingga 20 Oktober 2022 mendatang. Dengan kata lain, penawaran seri masih tersisa 18 hari atau hampir 3 pekan lagi.

Sebelumnya Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, memperhatikan kesuksesan penerbitan SBN ritel selama 2022, pemerintah optimistis penerbitan ORI022 akan mendapat sambutan yang positif.

“Pemerintah akan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh WNI dan calon investor SBN Ritel khususnya seri ORI022,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (28/9/2022).

Deni melanjutkan, batas maksimal pemesanan ORI022 naik menjadi Rp5 miliar untuk memenuhi tingginya minat investor SBN Ritel.

“Investasi Surat Berharga Negara terbukti aman dan menguntungkan, sekaligus untuk meningkatkan peran investor ritel dalam pembiayaan pembangunan melalui APBN,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pemerintah menetapkan besaran kupan ORI022 denga tenor tiga tahun tersebut sebesar 5,95 persen per tahun. Adapun jatuh tempo obligasi seri kali ini pada 15 Oktober 2025.

Minimal pemesanan ORI022 mulai Rp1 juta hingga maksimal Rp5 miliar. Imbal hasil ORI022 bersifat tetap atau fixed rate sebesar 5,95 persen.

Kementerian Keuangan bekerja sama dengan 30 midis yang terdiri dari bank umum, perusahaan efek, dan perusahaan financial technology (fintech) berupa agen penjual efek reksa dana (APERD) dan peer-to-peer lending.

Melalui laman resmi DJPPR, Dirjen PPR Luky Alfirman menyampaikan bahwa ORI022 dapat menjadi alternatif investasi yang aman dan menguntungkan bagi masyarakat.

“Fungsi pertama pentingnya instrumen pembiayaan melalui utang yaitu untuk menjaga momentum dan menghindari opportunity loss, ujar Luky dalam acara pembukaan masa penawaran ORI022, dikutip dalam laman resmi DJPPR.

Luky menjelaskan terdapat kebutuhan atas belanja prioritas yang tidak bisa ditunda. Diantaranya seperti investasi SDM serta fasilitas kesehatan dan pendidikan, dimana penundaan belanja mengakibatkan biaya lebih besar di masa datang.

Oleh sebab itu, menurutnya investasi melalui obligasi pemerintah bisa dimanfaatkan untuk tujuan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ORI022 Obligasi Obligasi Pemerintah sbn
Editor : Hafiyyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top