Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indeks S&P 500 Jebol ke Level Terendah dalam 2 Tahun Akibat Kebijakan The Fed

Indeks S&P 500 di Wall Street jatuh ke level terendah dalam hampir dua tahun di tengah kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan The Fed yang super agresif.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks S&P 500 di Wall Street jatuh ke level terendah dalam hampir dua tahun di tengah kekhawatiran tentang pengetatan kebijakan The Fed yang super agresif.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 125,82 poin atau 0,43 persen, menjadi menetap di 29.134,99 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 7,75 poin atau 0,21 persen, menjadi berakhir di 3.647,29 poin. Indeks Komposit Nasdaq terdongkrak 26,58 poin atau 0,25 persen, menjadi ditutup pada 10.829,50 poin.

Dikutip dari Antara, 7 dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di wilayah negatif, dengan sektor kebutuhan pokok konsumen dan utilitas masing-masing merosot 1,76 persen dan 1,7 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi meningkat 1,16 persen, menjadikannya kelompok berkinerja terbaik.

Indeks S&P 500 diperdagangkan di bawah terendah Juni dan membuat investor menilai seberapa jauh saham akan jatuh lebih lanjut sebelum menjadi stabil.

Langkah Federal Reserve pekan lalu untuk menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin lagi, dikombinasikan dengan perkiraan suku bunga terminal dana federal yang lebih tinggi, terus membebani pasar ekuitas.

Di sisi ekonomi, indeks kepercayaan konsumen AS melonjak ke level tertinggi lima bulan di 108 pada September, menyusul revisi 103,6 pada bulan sebelumnya, lembaga riset The Conference Board yang berbasis di New York melaporkan pada Selasa (27/9/2022).

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa pesanan baru untuk barang-barang manufaktur tahan lama pada Agustus turun 0,2 persen, setelah penurunan 0,1 persen pada Juli.

Jumlah saham yang jatuh melebihi jumlah yang naik di Bursa Efek New York pada 1.618 berbanding 1.531 dan 142 berakhir tidak berubah, sementara di Bursa Efek Nasdaq, 2081 naik dan 1761 turun, sementara 242 berakhir tidak berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper