Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Emiten Grup Pelindo IPCC Melesat hingga 206,19 Persen di Semester I/2022, Ini Pemicunya!

Emiten bersandi IPCC ini mampu membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 29,6 persen (year on year) dari Rp233,28 miliar di periode yang sama di tahun lalu.
Petugas mengatur alur mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019)./ANTARA-Akbar Nugroho Gumay
Petugas mengatur alur mobil-mobil yang siap diekspor di Dermaga PT Indonesia Kendaraan Terminal, Jakarta, Selasa (12/2/2019)./ANTARA-Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten grup Pelindo PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sepanjang Semester I/2022.

Berdasarkan hasil kinerja Laporan Keuangan tengah semester 2022, emiten bersandi IPCC ini mampu membukukan kenaikan pendapatan sebanyak 29,6 persen (year on year) dari Rp233,28 miliar di periode yang sama di tahun lalu menjadi Rp302,34 miliar.

Dari sisi bottom line, IPCC mampu membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp45,42 miliar atau meningkat 206,19 persen dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp14,83 miliar.

“Dengan semangat “Beyond The Gate”, IPCC terus melakukan berbagai inovasi dan ekspansinya sehingga mampu menciptakan value added creation terhadap perkembangan kinerja perseroan,” kata Rio TN Lasse, Direktur Utama IPCC Terminal Kendaraan, dikutip Senin (1/8/2022).

Adapun, pelayanan jasa terminal masih menjadi kontributor terbesar Pendapatan IPCC dengan kenaikan 30,23 persen menjadi Rp288,73 miliar di enam bulan pertama tahun ini.

Diikuti dengan pelayanan jasa barang yang naik 25,07 persen menjadi Rp15,75 miliar; pelayanan rupa-rupa Usaha menjadi Rp2,76 miliar atau naik 27,9 persen; dan sisanya dikontribusi oleh pengusahaan tanah, bangunan, air, dan listrik.

Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia Indonesia Kendaraan Terminal Sumarno menerangkan meningkatnya arus penumpukan dan pelayanan bongkar muat kendaraan di Terminal IPCC memberikan penguatan pendapatan bagi IPCC.

"Terutama dengan meningkatnya pelayanan penumpukan dan bongkar muat dari segmen kendaraan berat atau truk/bus dan alat berat yang memberikan booster bagi perolehan pendapatan IPCC,” jelasnya.

Sejumlah merek kendaraan berhasil ditangani di Terminal IPCC. Sebut saja Toyota, Suzuki, Daihatsu, Hyundai, dan lainnya untuk segmen CBU. Lalu, Mercedes, Tata, Iveco, dan lainnya untuk segmen Truck/Bus; dan Caterpilar, Komatsu, Hitachi, dan lainnya untuk alat berat.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Teknik Indonesia Kendaraan Terminal Andi Hamdani menambahkan arus pelayanan penumpukan dan bongkar muat kendaraan, kinerja dari sejumlah Terminal Satelit yang telah dikerjasamakan oleh IPCC kian menunjukan tajinya.

Hal ini sejalan dengan target IPCC, yaitu mengoperasikan sejumlah Pelabuhan yang ada Terminal Kendaraan-nya baik yang dedicated maupun belum akan dioperasikan maupun dikerjasamakan, dan dikomersialkan.

“Tercatat hingga akhir semester pertama tahun ini, sejumlah Terminal Satelit telah memberikan sumbangsih sebanyak 6,18 persen dari total Pendapatan IPCC dengan nilai sebanyak Rp18,70 miliar, di periode yang sama di tahun lalu, belum terdapat penambahan pencatatan tersebut,” ujar Andi.

Angka tersebut lanjutnya, diperoleh dari Terminal RoRo Belawan; Terminal RoRo Makasar; Terminal Dwikora Pontianak; dan Terminal Panjang Lampung.

Data dalam semester pertama 2022 ini, tercatat lebih dari 60.000 unit kendaraan mobil berbagai macam merek dan berbagai macam model telah dikirim melalui pelabuhan IPCC Tanjung Priok ke Terminal-terminal Satelit terutama ke Pelabuhan Belawan, Pontianak, dan Makassar.

Selain itu, terdapat lebih dari 22.000 unit Truk dan Bus; lebih dari 2.000 unit Alat Berat; dan lebih dari 70.000 unit sepeda motor ke sejumlah Terminal Satelit yang telah dioperasikan IPCC Terminal Kendaraan tersebut.

Dari laporan keuangan tengah semester pertama tahun ini, IPCC meskipun mencatatkan adanya kenaikan beban, baik beban pokok pendapatan dan beban usaha dimana masing-masing mengalami kenaikan 13,95 persen dan 9,16 persen.

Namun, kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas pelayanan penumpukan dan bongkar muat di Terminal IPCC serta penerapan benefit dan efisiensi biaya IPCC memilah biaya.

Dengan kondisi yang baik tersebut, IPCC mampu mencatatkan nilai operating margin sebesar 26,80 persen di atas perolehan periode yang sama di tahun lalu sebesar 15,95 persen.

Dari sisi EBITDA margin tercatat 34,79 persen di atas tahun lalu sebesar 28,46 persen dan Net Income Margin sebesar 15,02 persen atau lebih tinggi dari tahun lalu dengan perolehan nilai sebesar 6,36 persen.

Dari sisi neraca, kas dan setara kas mengalami kenaikan sehingga posisi di akhir Juni 2022 mencapai Rp834,62 miliar. Dengan meningkatnya Pendapatan dan laba tahun berjalan IPCC maka memberikan kontribusi bagi peningkatan Kas dan Setara Kas Perseroan.

Di sisi lain, perbaikan pada tingkat kolektibilitas piutang juga turut memberikan andil pada peningkatan kas dan setara Kas IPCC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper