Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

HKMU Panggil 13.639 Investor, Mau Batalin Rencana Rights Issue?

PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) berencana memanggil 13.639 investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)untuk membatalkan rencana rights issue.
Ricky Harun (kanan) diangkat sebagai Komisaris PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) dalam RUPSLB pada Senin (16/8/2021).
Ricky Harun (kanan) diangkat sebagai Komisaris PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) dalam RUPSLB pada Senin (16/8/2021).

Bisnis.com, JAKARTA – PT HK Metals Utama Tbk. (HKMU) berencana memanggil 13.639 investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membatalkan rencana rights issue.

HKMU berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada Rabu, 27 Juli 2022. Perseroan akan menggelar rapat dengan dua agenda utama.

Pertama, pembatalan keputusan RUPSLB tertanggal 7 Oktober 2021 yang telah dituangkan dalam akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa No 03 tertanggal 7 Oktober 2021.

  1. Rencana perseroan untuk melaksanakan perubahan modal dengan menerbitkan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
  2. Peningkatan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor Perseroan.

Kedua, perubahan alamat lengkap perseroan.

Adapun dalam keterbukaan perseroan, jumlah investor per 31 Mei 2022 mencapai 13.639. Mereka memegang saham sebanyak 3,22 miliar lembar.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/10/2021), Manajemen HKMU menyampaikan RUPSLB menyetujui rencana perseroan melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue, sebanyak-banyaknya 5,15 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100.

Dengan right issue ini, modal ditempatkan dan disetor perseroan bertambah menjadi 8,37 miliar saham, dari sebelumnya 3,22 miliar saham.

"Modal ditempatkan dan disetor perseroan bertambah menjadi 8,37 miliar lembar saham atau dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp837,17 miliar," tulis manajemen HKMU.

Sementara itu, emiten yang tidak memiliki pengendali ini membukukan penjualan sebesar Rp120,4 miliar pada kuartal I/2022, turun 7,53 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021 sebesar Rp130,3 miliar.

Dengan kinerja penjualan tersebut, laba bruto HKMU tercatat turun 23,18 persen menjadi Rp11,6 miliar, dari Rp15,2 miliar secara tahunan atau year on year (yoy).

Adapun rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai Rp13,7 miliar, meningkat empat kali lipat dari Rp3,05 miliar pada kuartal I/2021. Sementara itu, perseroan melalui keterangan resmi menyebutkan kerugian bersih kuartal I/2022 mencapai Rp15 miliar, naik dari kerugian kuartal I/2021 sebesar Rp3,1 miliar yang dikontribusikan dari kerugian penghapusan persediaan.

Sekretaris Perusahaan HKMU Jodi Pujiyono menjelaskan kinerja di kuartal I/2022 masih dibayangi katalis negatif kenaikan harga komoditas, meski pasar mulai berangsur pulih dari dampak Covid-19. Dia mengatakan penurunan penjualan secara konsolidasi disebabkan oleh masih dicatatkannya kontribusi dari divisi manufaktur stainless steel yang sudah didivestasi.

“Kenaikan penjualan pada divisi toilet & sanitary wares dan baja ringan, sedangkan aluminium dan pipa PVC relatif sama dibanding tahun lalu,” kata Direktur merangkap Sekretaris Perusahaan HKMU Jodi Pujiyono melalui keterangan resmi yang dikutip Rabu (8/6/2022).

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Pandu Gumilar
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper