Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda dan Waskita Beton Didepak BEI dari Papan Utama ke Pengembangan

Sebanyak 3 emiten BUMN berpindah posisi dari papan utama ke papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/5/2022).
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 24 Mei 2022  |  10:30 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022).  Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/5/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 3 emiten BUMN berpindah posisi dari papan utama ke papan pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (24/5/2022).

Berdasarkan keterbukaan informasi dari BEI, berdasarkan ketentuan bursa hasil dari penilaian atas pemenuhan persyaratan dan perpindahan papan yang dilakukan setiap Mei dan November terjadi pergeseran papan untuk ketiga entitas terkait BUMN tersebut.

Adapun, ketiga emiten terkait BUMN yang bergeser dari papan utama ke papan pengembangan yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI), dan PT Waskita Beton Precast Tbk. (WSBP).

"Perubahan penempatan Papan Pencatatan tersebut berlaku sejak tanggal 31 Mei 2022 sepanjang tidak ada hal tertentu yang mempengaruhi keputusan perpindahan papan sesuai dengan Peraturan Bursa," ungkap surat yang ditandatangai oleh tiga Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan tersebut.

Sebagai informasi, papan pengembangan adalah salah satu papan pencatatan khusus bagi perusahaan yang masuk kategori berkembang tapi belum memperoleh keuntungan

GIAA merupakan BUMN maskapai penerbangan yang tengah menghadapi PKPU dalam rangka restrukturisasi utang. Prosesnya telah memasuki perpanjangan terakhir.

Selama proses PKPU berlangsung, Garuda berkomitmen untuk menjamin operasi penerbangan angkutan penumpang dan kargo tetap berjalan normal. Lebih lanjut, kinerja operasional Garuda pada penutup kuartal I/2022 mulai menunjukan peningkatan yang menjanjikan.

Adapun, GMFI merupakan anak usaha yang dimiliki langsung oleh Garuda Indonesia yang bergerak di bidang bengkel pesawat atau maintenance repair and overhaul (MRO).

GMFI juga masih menerapkan strategi pemulihan kinerja dengan melakukan diversifikasi bisnis dan penetrasi secara agresif, baik ke pasar aviasi khususnya non-grup afiliasi, serta pasar non-aviasi.

Segmen-segmen yang disasar tersebut mencakup diantaranya industri pertahanan, industrial gas turbine engine (IGTE), private/business jets, perawatan pesawat passenger to freighter (preighter), serta proyek-proyek terkait end-of-lease.

Sementara itu, WSBP merupakan anak usaha dari PT Waskita Karya Tbk. (Persero) Tbk. (WSKT) yang bergerak dalam bidang produksi dan distribusi beton precast.

WSBP juga tengah menghadapi PKPU yang prosesnya akan berakhir pada 24 Mei 2022. Kabar terakhir perseroan masih pada posisi verifikasi tagihan dan akan berlanjut pada proposal restrukturisasi utangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bei bursa efek indonesia BUMN Garuda Indonesia waskita karya
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top