Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal I/2022, Pendapatan LPKR Ditopang Pemulihan Bisnis Real Estat, Kesehatan, dan Lifestyle

Pada kuartal I/2022, total pendapatan Lippo Karawaci LPKR mencapai Rp3,34 triliun dan Ebitda sebesar Rp 608 miliar didukung oleh kinerja dari pilar real estate, healthcare, dan lifestyle.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 12 Mei 2022  |  17:45 WIB
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady memberikan penjelasan saat halalbihalal dengan media, di Jakarta, Kamis (20/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten properti PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR), membukukan pendapatan Rp3,34 triliun pada kuartal I/2022 seiring dengan pemulihan lini bisnis real estat, kesehatan, dan lifestyle.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, pada kuartal I/2022, total pendapatan LPKR mencapai Rp3,34 triliun dan Ebitda sebesar Rp 608 miliar didukung oleh kinerja dari pilar real estate, healthcare, dan lifestyle.

"Indonesia sedang dalam masa pemulihan dan kegiatan sudah berangsur-angsur normal kembali, kami yakin kondisi makro juga akan mendukung pertumbuhan bisnis kami di tahun 2022,” paparnya dalam keterangan resmi, Kamis (12/5/2022).

Pilar real estate membukukan pra penjualan sebesar Rp1,21 triliun atau sebanyak 1.635 unit hunian pada kuartal I/2022, mencapai 23 persen dari target setahun penuh 2022 sebesar Rp5,2 triliun.

Pilar real estat juga membukukan peningkatan Ebitda dari Rp132 miliar menjadi Rp153 miliar seiring meningkatnya serah terima unit rumah tapak yang memiliki margin lebih tinggi.

"Bisnis properti menunjukkan tanda pemulihan yang terlihat dengan meningkatnya pra penjualan produk klaster Cendana Home Series dan Brava di Lippo Village Karawaci," imbuhnya.

Pada pilar healthcare, PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) menunjukkan kinerja keuangan dan operasional yang kuat. Pertumbuhan bisnis non-Covid Siloam Hospitals tetap tangguh meskipun terdapat dampak varian Omicron awal tahun ini.

Siloam membukukan pendapatan Rp2,22 triliun dan Ebitda sebesar Rp392 miliar pada kuartal I/2022. Posisi neto kas Siloam Hospitals juga tetap kuat yaitu sebesar Rp1,72 triliun.

Seiring dengan menurunnya kasus Covid-19, sambung John, terjadi tren pemulihan pada pilar lifestyle dengan pendapatan mencapai Rp249 miliar di kuartal I/2022.

Jumlah pengunjung mal telah mengalami pemulihan dan mencapai level 56 persen dari sebelum masa pandemi. Tingkat okupansi hotel juga mengalami pemulihan dan mencapai level 67 persen, dari tahun 2021 hanya 39 persen imbas lockdown akibat varian Covid-19 Delta. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lippo group Kinerja Emiten lippo karawaci siloam
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top