Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham Gojek Tokopedia (GOTO) ARB, Investor Trauma Saham Teknologi?

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengalami auto reject bawah (ARB) untuk pertama kalinya pada perdagangan hari ini, Rabu (27/4/2022).
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 27 April 2022  |  16:15 WIB
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa
Seremoni pencatatan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4/2022). GoTo meraih dana Rp15,8 triliun dari IPO dan penjualan saham treasury. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) mengalami auto reject bawah (ARB) untuk pertama kalinya pada perdagangan hari ini, Rabu (27/4/2022). Saham GOTO tercatat turun ke zona merah dengan merosot 20 poin atau 6,45 persen ke level Rp290 per saham.

Associate Director of Investment and Research Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat, jika berbicara mengenai saham GOTO, maka tengah berbicara mengenai potensi di masa yang akan datang.

"Tidak hanya berbicara mengenai persepsi dan ekspektasi, tetapi, juga bicara trauma akan saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) yang naik dua tiga hari, tapi ARB berjilid-jilid. Ini menjadi perhatian pasar," kata Nico dihubungi, Rabu (27/4/2022).

Nico melanjutkan, ketika saham GOTO anjlok 2 persen hingga 4 persen, pelaku pasar melihat hal ini akan menjadi tanda-tanda saham GOTO akan bernasib sama seperti BUKA. Akibat hal ini, terjadi tekanan jual besar terhadap saham GOTO.

Akan tetapi, lanjutnya, di tengah situasi dan kondisi akan sensasi yang dihasilkan GOTO, tujuan investasi dari masing-masing pelaku pasar dan investor akan menjadi poin penting. Investor yang bertujuan untuk trading di jangka pendek, menurutnya akan menjual saham GOTO ketika sahamnya turun 2-3 persen.

Sementara itu, untuk investor yang berinvestasi pada saham GOTO dalam jangka panjang, menurutnya saham emiten teknologi itu bisa menjadi sebuah pilihan.

"Beli akan menjadi sebuah kesempatan. Akan tetapi, yang mesti kita perhatikan, seberapa dalam GOTO akan terkoreksi apakah ini sudah cukup oke untuk kita akumulasi beli. Itu akan kembali ke kebijakan investor masing-masing," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur CGS-CIMB Sekuritas Indonesia Sugiharto Widjaja mengatakan, pihaknya membeli sebanyak 16,8 juta (16.817.200) saham GOTO, dengan harga pembelian rata-rata Rp310 untuk melakukan stabilisasi harga.

"Jumlah akumulasi saham yang telah dibeli dan persentasenya hingga saat ini adalah 6,01 miliar (6.016.827.200) atau 98,76 persen dari 6,09 miliar saham," tulis Sugiharto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (26/4/2022).

Nilai akumulasi saham yang telah dibeli sejak Rabu (20/4/2022), hingga hari ini adalah sebesar Rp2,027 triliun. Dengan stabilisasi hari ini, maka sisa greenshoe saham GOTO adalah sebanyak 75,4 juta (75.431.200) saham.

Adapun dengan stabilisasi yang dilakukan hari ini, saham GOTO tercatat ditutup pada zona merah dengan turun 18 poin atau 5,49 persen di level Rp310 per saham. Saham GOTO hari ini diperdagangkan pada rentang Rp308-Rp348 per saham.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham teknologi tokopedia arb Gojek Goto
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top