Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tanpa Tes PCR dan Antigen, Bagaimana Strategi Prodia (PRDA)?

Emiten laboratorium klinis, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) meyakini dapat terus bertumbuh pasca pandemi Covid-19, walaupun layanan tes Covid-19 mulai berkurang.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 15 Maret 2022  |  16:57 WIB
Petugas mengambil sampel di laboratorium Prodia - Dok. Prodia
Petugas mengambil sampel di laboratorium Prodia - Dok. Prodia

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten laboratorium klinis, PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) meyakini dapat terus bertumbuh pasca pandemi Covid-19, walaupun layanan tes PCR Covid-19 mulai berkurang.

Legal Head and Corporate Secretary Prodia Widyahusada Marina Eka Amalia menuturkan pemeriksaan Covid-19 bukanlah merupakan fokus strategi pertumbuhan Prodia.

"Kontribusi pemeriksaan Covid-19 sekitar 18--20 persen terhadap pendapatan Prodia. Sesuai dengan visi dan misi Prodia sedari awal, kami fokus pada pemeriksaan genomik atau tes-tes pemeriksaan kesehatan yang sifatnya preventif sehingga sejalan dengan tujuan kami dalam mempromosikan paradigma sehat," urainya kepada Bisnis, Selasa (15/3/2022).

Prodia bakal terus mengedukasi dan mengembangkan tes lab atau paket pemeriksaan kesehatan terkait imunitas tubuh, pemeriksaan wellness bagi pelanggan. 

Hal ini sesuai dengan strategi pertumbuhan yang berfokus pada percepatan transformasi digital dan pengembangan tes genomik serta tes kesehatan lainnya yang bersifat preventif.

Adapun, strategi besar Prodia fokus pada kesinambungan bisnis jangka pendek dan jangka panjang, keunggulan operasional perseroan serta upaya menjaga pertumbuhan pendapatan dan laba.

"Fokus berupaya untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan tes esoterik [tes khusus dan baru] termasuk tes genomik dan tes kesehatan lainnya yang sesuai dengan strategi pertumbuhan kinerja yang kami telah tetapkan," katanya.

Perseroan juga melakukan percepatan transformasi digital agar dapat terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja, serta meningkatkan kemudahan dan kenyamanan layanan bagi pelanggan.

"Prodia terus mengembangkan layanan berbasis digital dengan memperhatikan customer journey melalui patient centric model. Mendorong pemanfaatan penggunaan Prodia Mobile Apps untuk kemudahan dan kecepatan layanan bagi pelanggan," tuturnya.

Perseroan mencatat kenaikan jumlah permintaan layanan home service yang meningkat 154,8 persen pada 2021.

Pemesanan pemeriksaan kesehatan melalui Prodia Mobile juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 913,9 persen menjadi 138.504. Selain itu, Perseroan mencatatkan jumlah pelanggan baru pada periode 2021 sekitar 1,3 juta pelanggan baru.

Pada 2021, pendapatan bersih PRDA meningkat sebesar 41,6 persen menjadi Rp 2,65 triliun, dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp1,87 triliun.

Pendapatan dari masing-masing segmen pelanggan juga turut mengalami peningkatan dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan Perseroan.

Segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang masing-masing sekitar 33,8 persen dan 31,4 persen kepada pendapatan Perseroan. Sedangkan, kontribusi segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi sekitar 21,2 persen dan 13,6 persen terhadap pendapatan Perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendapatan prodia prda Covid-19 PCR
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top