Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jadi Sektor Defensif, Begini Rekomendasi Saham Emiten Telekomunikasi

Kinerja emiten-emiten telekomunikasi tidak terpengaruh oleh sentimen global yang berkembang saat ini.
Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi - Bisnis.com 10 Maret 2022  |  18:25 WIB
Jadi Sektor Defensif, Begini Rekomendasi Saham Emiten Telekomunikasi
Karyawan melayani pelanggan di GraPARI Telkomsel Central Park Mall, Jakarta, Senin (20/12/2021). Bisnis - Suselo Jati
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham emiten telekomunikasi mengalami pergerakan bervariatif sejak awal tahun hingga hari ini (year-to-date/YtD). Sektor telekomunikasi menjadi salah satu sektor defensif di tengah kabar konflik Rusia-Ukraina dan peningkatan suku bunga The Fed saat ini.

Analis Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan menjelaskan, kinerja emiten-emiten telekomunikasi tidak terpengaruh oleh sentimen global yang berkembang saat ini.

"Orang masih tetap pakai paket data internet seluler, jadi domestic related saja. Meskipun ada perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19, pemakai data tetap tumbuh," ujar Steven, dihubungi Kamis (10/3/2022).

Meski defensif, Steven mengatakan, investor tetap harus melihat rencana bisnis dan kinerja per emiten. Dia mencontohkan, saat ini PT Indosat Tbk. (ISAT) telah menetapkan dividend yield yang mencapai 21,5 persen.

Selain itu, kinerja keuangan emiten berkode saham ISAT ini juga telah terbit. Saat ini, Steven menilai investor menantikan post-merger impact, apakah sesuai ekspektasi atau tidak.

Kemudian untuk PT XL Axiata Tbk. (EXCL), menurutnya pendorong pertumbuhan emiten ini selanjutnya adalah XL Satu, tetapi, investor tidak bisa berharap akan adanya dividend yield dengan historis yang mini.

Sementara itu, untuk PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Steven melihat investor masih menantikan kinerja emiten telekomunikasi pelat merah ini.

"Hari ini yang keluar [laporan keuangan] anak usaha TLKM, Mitratel. Dengan kinerja Mitratel yang baik, jadi ekspektasi ke TLKM juga bagus. Kita liat saham TLKM belakangan kan naik terus, nah hari ini, investor profit taking," ujarnya.

Adapun hingga penutupan hari ini, saham TLKM tercatat turun 0,68 persen ke level Rp4.410 per saham. Sementara itu, saham EXCL ditutup menguat 0,75 persen ke level Rp2.680 dan ISAT ditutup naik 1,42 persen ke level Rp5.350 per saham.

Akan tetapi, secara kinerja YtD, saham TLKM tercatat telah menguat 9,16 persen, dengan saham EXCL melemah 15,46 persen dan ISAT melemah 13,71 persen YtD.

Henan Putihrai Sekuritas merekomendasikan investor untuk mencermati saham EXCL dengan target harga (target price/TP) di Rp3.700.

Sementara TLKM di harga Rp4.800-Rp4.900, dengan mempertimbangkan ekspektasi kinerja full year 2021 yang sejalan, peningkatan marjin, dan ekspektasi longgarnya tingkat persaingan industri. Hal ini seiring berkurangnya satu pemain, yakni Tri yang telah bergabung menjadi Indosat Ooredoo Hutchison.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata indosat telkom saham defensif Emiten Telekomunikasi
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top