Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wijaya Karya (WIKA) Baru Serap Capex Rp350 Miliar per Semester I/2021

Kondisi pandemi dan sejumlah pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat telah memengaruhi operasional WIKA.
Jajaran komisaris dan direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) setelah RUPSLB pada Kamis (2/9/2021)./ WIKA.
Jajaran komisaris dan direksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) setelah RUPSLB pada Kamis (2/9/2021)./ WIKA.

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. telah menyerap belanja modal atau capital expenditure senilai Rp350 miliar per semester I/2021 atau 11,67 persen dari anggaran.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Wijaya Karya Mursyid mengatakan tahun ini perseroan menganggarkan capex senilai Rp3 triliun.

“Realisasi sampai dengan Juni baru Rp350 miliar, terkait beberapa jadwal investasi kami,” kata Mursyid dalam paparan publik, Rabu (8/9/2021).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Wijaya Karya Ade Wahyu menambahkan kondisi pandemi dan sejumlah pengetatan pembatasan aktivitas masyarakat telah memengaruhi operasional emiten dengan kode saham WIKA tersebut di lapangan.

Dia menunjukkan pada periode Juni - Juli 2021 ketika terjadi puncak kenaikan kasus Covid-19 varian delta membuat kebutuhan oksigen meningkat untuk penanganan Covid-19.

Hal itu pun menyebabkan pasokan oksigen untuk sektor konstruksi dialihkan ke penanganan pasien Covid-19.

“Sehingga proyek yang membutuhkan oksigen banyak yang turun dan memang di puncak kemarin itu ada tenaga kerja kami di beberapa proyek yang terdampak sehingga ada penangguhan pelaksanaan [konstruksi] di lapangan,” jelas Ade.

Kendati demikian, dia mengatakan mulai Agustus 2021 kondisi berangsur membaik dan berharap ke depannya kasus Covid-19 dapat terus turun untuk memudahkan pekerjaan operasional lapangan WIKA.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan lewat harian Bisnis Indonesia, WIKA membukukan pendapatan senilai Rp6,76 triliun per akhir semester I/2021. Realisasi itu turun 5,13 persen dibandingkan Rp7,13 triliun pada semester I/2020.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 66,69 persen secara tahunan menjadi Rp83,41 miliar dari sebelumnya Rp250,41 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Nicken Tari
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper