Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Energi Mega Persada (ENRG) Alokasikan Capex Rp1,078 Triliun Tahun Ini, Buat Apa?

Hingga akhir semester I/2021, emiten terafiliasi Grup Bakrie ini sudah menyerap capex sebesar 50 persen.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 30 Agustus 2021  |  19:33 WIB
Energi Mega Persada (ENRG) Alokasikan Capex Rp1,078 Triliun Tahun Ini, Buat Apa?
Salah satu lokasi aktivitas bisnis PT Energi Mega Persada Tbk - Energi/mp.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten migas terafiliasi Grup Bakrie, PT Energi Mega Persada Tbk. menganggarkan belanja modal senilai US$75 juta atau Rp1,078 truiliun pada 2021. Hingga akhir semester I/2021, EMP sudah menyerap capex sebesar 50 persen.

Direktur EMP Edoardus Ardianto mengatakan perseroan melakukan penyesuaian anggaran capital expenditure menjadi US$75 juta (Rp1,078 triliun dengan kurs Rp14.370 per dolar AS) pada tahun ini dari anggaran sebelumnya sekitar US$100 juta. Hal itu dilakukan mengingat kondisi pandemi yang berlangsung sehingga beberapa pekerjaan terpaksa ditunda.

“Namun ada beberapa pekerjaan yang masih tetap dilakukan seperti driling, seismic, dan lain-lain, sehingga bujet capex 2021 ini sekitar US$75 jtua yang mana sekitar 50 juta sudah kami serap,” kata Edoardus dalam paparan publik, Senin (30/8/2021).

Adapun, beberapa kegiatan driling oleh emiten dengan kode saham ENRG ini dilakukan di Malacca Strait PSC untuk minyak, Bentu PSC untuk gas, dan penyelesaian sumur eksplorasi di Buzi EPCC.

Edoardus mengatakan tahun ini perseroan berencana melakukan driling sekitar 10 sumur pengembagan dan 1 sumur eksplorasi di Malacca Strait PSC serta 3 sumur pengembangan di Bentu PSC. Sedangkan 1 sumur ekplorasi di Buzi EPCC juga masih dilanjutkan yang merupakan sumur kedua di sana.

“Adapun dari rencana kegiatan driling ini semua adalah untuk meningkatkan produksi dari eksisting blok kami yang sudah ada, di Malacca dan Bentu turut membantu dalam pencapaian peningkatan produksi di semester I/2021 ini,” imbuh Edoardus.

Saat ini, ENRG mengoperasikan 8 wilayah kerja minyak, gas, dan gas metana batu bara di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Mozambique (Afrika) yang memiliki cadangan sebesar 28 juta barel minyak dan 577 miliar kaki kubik gas.

Pada kuartal I/2021, produksi gas perseroan mengalami penurunan menjadi 172 kaki kubik gas per hari dari sebelumnya 184 juta kaki kubik gas per hari. 

Namun demikian, produksi minyak perseroan pada kuartal I/2021 meningkat cukup signifikan menjadi 4.600 barel per hari dari sebelumnya 2.500 barel per hari.

Secara terperinci, blok Malacca Strait PSC mencatatkan kenaikan rata-rata produksi harian menjadi 5.102 barel minyak per hari pada kuartal I/2021 dari sebelumnya 3.900 barel minyak per hari pada kuartal I/2020.

Pada saat bersamaan, blok Bentu mencatatkan kenaikan rata-rata produksi harian menjadi 80 juta kaki kubik gas per hari dari sebelumnya 75 kaki kubik gas per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

belanja modal energi mega persada Grup Bakrie
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top