Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bisnis Properti dan Healthcare Diperkirakan Dorong Kinerja Lippo Karawaci (LPKR)

Pertumbuhan penjualan properti, terutama hunian, diprediksi membuat kinerja LPKR meningkat pada 2021.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 22 Juni 2021  |  10:57 WIB
Pengunjung mengambil gambar maket kawasan Millenium Village milik PT Lippo Karawaci Tbk di Tangerang, Banten, Sabtu (25/3). - JIBI/Dedi Gunawan
Pengunjung mengambil gambar maket kawasan Millenium Village milik PT Lippo Karawaci Tbk di Tangerang, Banten, Sabtu (25/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja emiten PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) diperkirakan bertumbuh pada tahun ini seiring dengan peningkatan penjualan properti dan moncernya lini usaha kesehatan.

Pada kuartal I/2021, LPKR membukukan pendapatan Rp3,41 triliun, naik 9,89 persen year on year (yoy) dibandingkan kuartal I/2020 senilai Rp3,10 triliun. LPKR juga berhasil membukukan laba Rp255,85 miliar pada kuartal I/2021, berbalik dari sebelumnya rugi bersih.

"Raihan top line atau pendapatan LPKR memenuhi ekspektasi pasar dengan dukungan peningkatan penjualan dan penyewaan properti," papar analis Ciptadana Sekuritas Asia Yasmin Soulisa, dikutip dari siaran pers LPKR, Selasa (22/6/2021).

Kinerja pendapatan LPKR didukung oleh serah terima unit apartemen di Embarcadero Bintaro, Orange County Cikarang, dan Hillcrest & Fairview Towers Lippo Village.

Dilihat dari lini usaha, pendapatan LPKR pada kuartal I/2021 dari real estate development tercatat senilai Rp837,41 miliar atau naik 23,47 persen yoy dari sebelumnya Rp678,19 miliar.

Selanjutnya, pendapatan dari real estate management & services tumbuh 6,96 persen yoy menjadi Rp2,55 triliun dari sebelumnya Rp2,39 triliun. Menurut Yasmin, bisnis mal dan hotel LPKR mulai pulih pada kuartal I/2021. 

Bisnis real estate management & services mencakup lini usaha healthcare dengan pendapatan Rp1,91 triliun, naik 1,91 persen yoy dari kuartal I/2020 sebesar Rp1,87 triliun.

"Pendapatan berulang berhasil tumbuh dobel digit, sementara segmen kesehatan didukung peningkatan pasien individu," imbuh Yasmin.

Sementara itu, marketing sales LPKR mencapai Rp1,31 triliun pada kuartal I/2021, tumbuh 85,8 persen yoy. Peningkatan pendapatan pra penjualan ditopang peluncuran Cendana Icon dan Cendana Parc, yang mencakup 1.334 unit residensial dan 15 unit komersial.

Yasmin mengatakan permintaan dalam segmen perumahan terjangkau akan terus menguat. Seperti diketahui, Cendana Icon dijual mulai harga Rp600 jutaan per unit.

LPKR menargetkan pra penjualan pada 2021 mencapai Rp3,5 triliun, dimana 29,11 persen sudah terealisasi pada kuartal I/2021. 

Menurut Yasmin, marketing sales LPKR akan kembali menanjak dengan dorongan tiga faktor utama, yakni peluncuran fase 2 Cendana Park dan tambahan klaster residensial di Lippo Village, klaster di Waterfront Estates di Lippo Cikarang, serta unit siap pakai dari proyek-proyek apartemen sebelumnya.

Yasmin pun memprediksi LPKR dapat membukukan pendapatan Rp13,88 triliun dan laba bersih Rp1,01 triliun pada 2021. Proyeksi tersebut melampaui estimasi sebelumnya masing-masing Rp13,06 triliun dan Rp235 miliar, serta lebih tinggi dari realisasi 2020.

Ciptadana pun merekomendasikan beli terhadap saham LPKR dengan target Rp250, yang menghitung valuasi PER 12,9 kali dan PBV 0,6 kali.


Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lippo group lippo karawaci siloam emiten properti
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top