Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja RS Siloam (SILO) Diprediksi Moncer, Begini Dampaknya ke Lippo Karawaci (LPKR)

Pertumbuhan kinerja SILO pun bakal mendorongkrak kinerja induk usahanya, LPKR. SILO berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan LPKR, yakni sekitar 60 persen.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 18 Juni 2021  |  10:08 WIB
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady (kanan) bersama Perwakilan Lippo Malls Indonesia Henry Riady (kiri), CEO PT Lippo Malls Indonesia Eddy Mumin (kedua kiri) berbincang dengan guru yang mengikuti vaksinasi di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (12/4/2021).  - LPKR.
CEO PT Lippo Karawaci Tbk. John Riady (kanan) bersama Perwakilan Lippo Malls Indonesia Henry Riady (kiri), CEO PT Lippo Malls Indonesia Eddy Mumin (kedua kiri) berbincang dengan guru yang mengikuti vaksinasi di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Senin (12/4/2021). - LPKR.

Bisnis.com, JAKARTA - Membaiknya kinerja emiten rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) diprediksi turut mendorong pemegang saham utamanya, yakni PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR).

Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian dalam risetnya menyebutkan kinerja emiten pengelola RS Siloam itu menanjak karena kuatnya pendapatan, pertumbuhan margin, dan tarif pajak yang lebih rendah.

SILO membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp143,89 miliar pada kuartal I/2021. Perolehan itu melejit 788,5 persen dibandingkan kuartal I/2020 sebesar Rp16,19 miliar.

Pada tahun 2021, SILO berencana membuka dua rumah sakit baru yang berlokasi di Surabaya dan Banjarmasin, yang masing-masing memiliki kapasitas 98 dan 66 tempat tidur. Menurut Robert, kedua RS memiliki lokasi yang strategis dan pasar profitabilitas yang kuat.

"Ke depan, pertumbuhan kinerja SILO juga terdorong kebutuhan layanan kesehatan masyarakat segmen menengah ke atas," paparnya seperti dikutip dari keterangan resmi LPKR, Jumat (18/6/2021).

Pada 2021, Robert memprediksi SILO dapat membukukan pendapatan Rp8,12 triliun dan laba bersih Rp463 miliar. Nilai tersebut meningkat dari pendapatan pada 2020 sejumlah Rp7,11 triliun dan laba Rp116 miliar.

"Peningkatan laba SILO didukung naiknya margin laba kotor layanan rawat inap dan rawat jalan pada 2021," ujarnya.

Pertumbuhan kinerja SILO pun bakal mendorongkrak kinerja induk usahanya, LPKR. Menurut Robert, SILO berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan LPKR, yakni sekitar 60 persen.

Mengutip laporan keuangan per Desember 2020, total pendapatan LPKR mencapai Rp11,96 triliun, dengan kontribusi bisnis healthcare sejumlah Rp7,11 triliun atau 59,45 persen. 

SILO pun menyisihkan laba yang didapat untuk dibagikan sebagai dividen tahun buku 2020 senilai total Rp226 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 pada 28 April 2021. Sebagai pemegang 55,4 persen saham SILO, LPKR pun mengantongi dividen senilai Rp125,20 miliar. 

"Saya rasa bagus untuk LPKR adanya dividen dan kontribusi peningkatan kinerja dari SILO," tegasnya.

Sebelumnya, CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan pada 2021, bisnis properti LPKR terus menunjukkan perbaikan, terutama dalam hal pra penjualan. Marketing sales pada kuartal pertama 2021 tumbuh sebesar 86 persen yoy menjadi Rp1,31 triliun.

"Di bisnis rumah sakit terus menunjukkan sinyal positif seiring dengan meningkatnya vaksinasi. Secara grup, kami terus mendukung upaya pemerintah untuk upaya vaksinasi melalui fasilitas mal dan rumah sakit kami. Sampai sekarang, sekitar 150.000 warga Indonesia telah divaksin melalui fasilitas yang kami sediakan,” imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lippo group Kinerja Emiten lippo karawaci siloam
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top