Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir November 2020, Wika Gedung (WEGE) Kantongi Kontrak Baru Rp2,32 Triliun

Jumlah tersebut telah mencapai 68 persen dari target kontrak baru tahun 2020 sebesar Rp3,44 triliun.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  15:18 WIB
Suasana rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk di Jakarta, Selasa (28/7/2020). Dalam rapat yang menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak tersebut, perseroan mengubah susunan pengurus. Hingga akhir semester I/2020, WIKA Gedung mencatat perolehan order book senilai Rp12,2 triliun. - WIKA Gedung
Suasana rapat umum pemegang saham luar biasa PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk di Jakarta, Selasa (28/7/2020). Dalam rapat yang menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak tersebut, perseroan mengubah susunan pengurus. Hingga akhir semester I/2020, WIKA Gedung mencatat perolehan order book senilai Rp12,2 triliun. - WIKA Gedung

Bisnis.com, JAKARTA – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung telah mengantongi nilai kontrak baru senilai Rp2,32 triliun hingga akhir November 2020.

Direktur Utama Wika Gedung Nariman Prasetyo dalam acara Company Update WEGE mengatakan, jumlah tersebut telah mencapai 68 persen dari target kontrak baru tahun 2020 sebesar Rp3,44 triliun.

Sektor konstruksi masih menjadi kontributor terbesar untuk kontrak baru perusahaan dengan perolehan Rp2,11 triliun dari target sektor Rp3,15 triliun. Kemudian, bidang industri menyumbangkan nilai kontrak baru sebesar Rp198,53 miliar dari target Rp266,72 miliar.

Selanjutnya, sektor konsesi menyumbangkan kontrak baru sebesar Rp17,85 miliar dari target yang ditentukan WEGE dari bidang ini senilai Rp20,07 miliar.

Sementara itu, berdasarkan segmen, sebanyak 71 persen dari kontrak baru yang didapat perusahaan merupakan pembangunan fasilitas publik, diikuti oleh perkantoran sebesar 21 persen, dan komersial serta hunian (residen) masing-masing 5 persen dan 3 persen.

Dengan demikian, jumlah order book yang dipegang perusahaan hingga akhir November telah mencapai Rp13 triliun.

Nariman mengatakan, pihaknya optimistis dapat merengkuh lebih banyak kontrak baru di sisa tahun 2020 untuk mencapai target. Pihaknya saat ini tengah mengikuti sejumlah tender di sektor-sektor usaha yang menjadi spesialisasi WEGE.

“Seharusnya bisa melebihi target, tetapi ada yang kontraknya bergeser ke Januari 2021. Tetapi, kami optimistis bisa mencapai target,” ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan per kuartal III/2020, WEGE membukukan pendapatan senilai Rp2,13 triliun atau turun 36,58 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari sebelumnya Rp3,36 triliun.

Pendapatan dari segmen jasa konstruksi terpantau masih mendominasi pendapatan usaha perseroan sebesar 99,05 persen atau Rp2,11 triliun.

Sisanya pendapatan segmen properti tercatat senilai Rp8,33 miliar (0,38 persen), konsesi Rp7,02 miliar (0,32 persen), dan industri Rp4,89 miliar (0,22 persen).

Beban paling tinggi berasal dari beban lainnya senilai Rp170 miliar diikuti oleh beban pajak final Rp62,77 miliar dan beban usaha Rp48,34 miliar.

Kenaikan beban sementara pendapatan turun pun menggerus laba WEGE sebesar 56,72 persen menjadi Rp130,94 miliar dari sebelumnya Rp302,61 miliar.

Per akhir September 2020, tercatat jumlah aset WEGE senilai Rp5,53 triliun atau turun dari posisi pada akhir tahun lalu senilai Rp6,19 triliun.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontrak baru Wika Gedung
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top