Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa AS Dibuka Melemah, Investor Khawatir Negosiasi Stimulus Buntu

Pada perdagangan Kamis (13/8/2020) pukul 09.34 waktu setempat atau 20.34 WIB, Dow Jones turun 0,28 persen menjadi 27.898,55, S&P 500 koreksi 0,2 persen menuju 3.373,72.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  21:14 WIB
Wall Street. - Bloomberg
Wall Street. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Amerika Serikat dibuka melemah karena investor mempertimbangkan kebutunan dalam negosiasi stimulus dan tanda pemulihan ekonomi.

Pada perdagangan Kamis (13/8/2020) pukul 09.34 waktu setempat atau 20.34 WIB, Dow Jones turun 0,28 persen menjadi 27.898,55, S&P 500 koreksi 0,2 persen menuju 3.373,72, dan NASDAQ naik 0,36 persen ke level 11.051.88.

Mengutip Bloomberg, saham-saham teknologi mengalami kenaikan. Namun, secara umum pasar ekuitas AS koreksi karena investor mempertimbangkan kebuntuan dalam negosiasi stimulus dan tanda-tanda pemulihan ekonomi.

Nasdaq Composite naikm dan S&P 500 dibuka di zona merah sehari setelah sempat melampaui rekor penutupan tertinggi yang dicapai sebelum pandemi virus corona.

Data klaim pengangguran mingguan yang di bawah 1 juta orang untuk pertama kalinya sejak Maret 2020 sebetulnya memberikan sentimen positif bagi pasar.

Adpaun, harga emas melanjutkan kenaikannya dan Treasury AS tetap stabil sebelum lelang obligasi 30 tahun. Dolar merosot ke sekeranjang mata uang sejenisnya.

Pasar saham di AS dan Asia telah menghapus sebagian besar kerugian mereka yang dipicu oleh permulaan pandemi, meskipun investor terus mengandalkan stimulus fiskal lebih lanjut.

"Bahkan jika bursa mendapatkan rekor baru hari ini, kurangnya likuiditas di bulan Agustus akan mengurangi kredibilitas kenaikan tersebut," papar Jane Foley, ahli strategi Rabobank di London.

Sementara itu, beberapa negara bagian AS yang terpukul parah menunjukkan tanda-tanda perbaikan, dengan Texas dan California melaporkan penurunan pasien rawat inap akibat virus.

Di tempat lain, minyak stabil setelah naik sebelumnya di tengah tanda-tanda peningkatan permintaan.

Sementara itu, indeks dolar AS masih melemah kendati klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat sudah turun di bawah 1 juga orang untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Pada perdagangan Kamis (13/8/2020) pukul 20.38 WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,37 persen atau 0,342 poin menjadi 93,101. Harga sudah turun 3,37 persen sepanjang tahun berjalan.

Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan untuk pertama kalinya sejak 21 Maret 2020, klaim tunjangan pengangguran di AS turun di bawah 1 juta.

"Hal ini menjadi sebuah sinyal bahwa pasar tenaga kerja terus mencoba untuk pulih dari pandemi virus corona," paparnya, Kamis malam (13/8/2020).

Total klaim awal tunjangan pengangguran pekan lalu sebanyak 963.000 orang, di bawah estimasi pasar untuk klaim sebanyak 1,12 juta orang.

Klaim tunjangan pengangguran telah mencapai total di atas 1 juta selama 20 pekan beruntun karena ekonomi AS yang mengalami lockdown dalam upaya membendung penyebaran virus corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street bursa global
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top