Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaim Pengangguran di AS Menurun, Dolar AS Masih Tertekan

Total klaim awal tunjangan pengangguran pekan lalu di AS sebanyak 963.000 orang, di bawah estimasi pasar untuk klaim sebanyak 1,12 juta orang.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  20:51 WIB
Karyawan menghitung uang dolar di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/5/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (18/5) sebesar 10 poin atau 0,07  persen ke level Rp Rp14.850 per dolar AS. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Karyawan menghitung uang dolar di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Senin (18/5/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (18/5) sebesar 10 poin atau 0,07 persen ke level Rp Rp14.850 per dolar AS. ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar AS masih melemah kendati klaim tunjangan pengangguran di Amerika Serikat sudah turun di bawah 1 juga orang untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

Pada perdagangan Kamis (13/8/2020) pukul 20.38 WIB, indeks dolar AS terkoreksi 0,37 persen atau 0,342 poin menjadi 93,101. Harga sudah turun 3,37 persen sepanjang tahun berjalan.

Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya menyampaikan untuk pertama kalinya sejak 21 Maret 2020, klaim tunjangan pengangguran di AS turun di bawah 1 juta.

"Hal ini menjadi sebuah sinyal bahwa pasar tenaga kerja terus mencoba untuk pulih dari pandemi virus corona," paparnya, Kamis malam (13/8/2020).

Total klaim awal tunjangan pengangguran pekan lalu sebanyak 963.000 orang, di bawah estimasi pasar untuk klaim sebanyak 1,12 juta orang.

Klaim tunjangan pengangguran telah mencapai total di atas 1 juta selama 20 pekan beruntun karena ekonomi AS yang mengalami lockdown dalam upaya membendung penyebaran virus corona.

Sementara itu, pasar membaca jumlah klaim di bawah 1 juta adalah sebuah pencapaian. Namun, sejatinya masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan agar pasar tenaga kerja kembali normal.

Mereka yang mengambil tunjangan untuk setidaknya dua pekan, yang disebut klaim tunjangan berkelanjutan, berjumlah hampir 15,5 juta orang, turun 604.000 dari seminggu yang lalu, tetapi masih jauh di atas tingkat pra-pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dolar as ekonomi as data tenaga kerja as
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top