Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wall Street Terpapar Profit Taking dan Janji Palsu Stimulus

Bursa AS mengalami profit taking pada saham-saham yang sudah mengalami reli hebat beberapa hari kemarin.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  06:59 WIB
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. -  Michael Nagle / Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange. - Michael Nagle / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Amerika Serikat berbalik turun karena investor melakukan profit taking di tengah kekhawatiran terhadap kelanjutan paket stimulus.

Pada penutupan perdagangan Selasa (11/8/2020) waktu setempat, Dow Jones turun 0,38 persen menjadi 27686.91, S&P 500 koreksi 0,8 persen menuju 3333.69, dan NASDAQ anjlok 1,69 persen ke level 10782.82.

Dalam publikasi risetnya, Head of Research Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menyampaikan pasar saham AS berbalik melemah tajam di jam-jam terakhir perdagangan.

Hal ini disebabkan investor menjual beberapa saham yang mengalami reli terbesar di tengah kekhawatiran bahwa paket pengeluaran dari Washington tidak akan segera terjadi.

"S&P 500 turun untuk pertama kalinya dalam delapan sesi perdagangan," paparnya, Rabu (12/8/2020).

Sejumlah trader mengutip komentar dari Senat Senior Mitch McConnell yang mengatakan pembicaraan stimulus menemui jalan buntu. Nasdaq 100 jatuh untuk hari ketiga. Imbal hasil obligasi melonjak sebelum lelang utang minggu ini dan emas jatuh.

Reli yang mendorong harga emas ke rekor ketinggian di atas US$2.000 per ons telah terhenti tiba-tiba, dengan logam kuning menuju penurunan terbesar dalam tujuh tahun setelah imbal hasil obligasi melonjak lebih tinggi.

Treasury dan imbal hasil obligasi Eropa naik, memotong suku bunga riil negatif yang telah mendukung logam. Imbal hasil Treasury 10-tahun melonjak terbesar sejak Juni di tengah banyaknya penerbitan utang pemerintah dan perusahaan.

Spot emas turun 5,5 persen menjadi US$1.915,23 per ounce pada pukul 2:46 sore di New York, menuju penurunan terbesar sejak April 2013. Sebelumnya, harga menembus di bawah level $ 1.921 yang tercatat sebagai rekor selama hampir sembilan tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street bursa as dow jones
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top