Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 25 Juni: Progres Kasus Jiwasraya, IHSG dan Rupiah Tergelincir

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam lebih dari 1 persen, sementara nilai tukar rupiah berakhir melemah terhadap dolar Amerika Serikat.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  20:35 WIB
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di depan papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (24/6/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terguling ke zona merah dan turun tajam lebih dari 1 persen di tengah pelemahan bursa Asia.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah tergelincir dari penguatannya dan berakhir melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (25/6/2020):

Bursa Asia 'Terbakar', IHSG Terguling Lagi ke Level 4.800-an

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tajam 1,37 persen atau 68 poin ke level 4.896,73. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak dalam kisaran 4.883,71 – 4.964,34.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) yang masing-masing turun 1,9 persen dan 7 persen menjadi penekan utamanya.

Mayoritas indeks saham di Asia ikut terbenam di zona merah, antara lain indeks Nikkei 225 Jepang (-1,22 persen), Kospi Korea Selatan (-2,27 persen), S&P/NZX 20 Selandia Baru (-1,21 persen), dan S&P/ASX 200 Australia (-2,48 persen). Adapun, bursa saham China dan Hong Kong ditutup karena libur nasional.

Di kawasan Asia Tenggara, indeks FTSE Bursa Malaysia KLCI (-0,72 persen), Straits Times Index STI Singapura (-1,54 persen), dan indeks SET 50 Thailand (-1,06 persen).

IHSG Ditutup Anjlok 1,37 Persen, Terseret Bursa Global dan Kasus Jiwasraya?

Salah satu sentimen pemberat pergerakan saham hari ini kekhawatiran investor terhadap kenaikan kasus positif virus corona di sejumlah negara. Hal tersebut dapat membuat pemerintah negara memperlambat atau bahkan membatalkan pembukaan kembali kegiatan ekonomi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya di kawasan Amerika dan infeksi global kemungkinan akan mencapai 10 juta dalam seminggu ini.

Selain sentimen pandemi Covid-19, indeks saham di Asia juga berguguran seiring ketegangan di sektor perdagangan antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat. Pemerintah AS mempertimbangkan untuk memberi tarif sebesar US$3,1 miliar untuk ekspor barang dari Perancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Rupiah Ditutup Terdepresiasi

Nilai tukar rupiah tergelincir dan ditutup terdepresiasi 45 poin atau 0,32 persen ke level Rp14.175 per dolar AS, setelah sepanjang hari bergerak di kisaran 14.115 – 14.190.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang lainnya di Asia ikut melemah, antara lain won Korea Selatan (-0,41 persen), ringgit Malaysia (-0,16 persen), dan baht Thailand (-0,09 persen).

Sebaliknya, indeks dolar AS, yang mengukur pergerakan dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama, lanjut menguat 0,14 persen atau 0,136 poin ke posisi 97,284.

Produksi AS Bayangi Pasar Minyak Mentah, Ini Analisis Harganya!

Pembukaan sumur untuk memproduksi minyak serpih di Amerika Serikat diprediksi dapat semakin menekan harga minyak mentah dunia.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan aksi tersebut dapat menjadi sentimen negatif bagi pergerakan harga minyak mentah. Pasalnya produksi minyak serpih bakal membanjiri pasar yang kini sedang seret permintaan.

“Setiap penambahan produksi tentunya akan menekan harga minyak karena saat ini permintaan belum begitu membaik terkait covid-19,” katanya kepada Bisnis

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2020 terpantau turun tipis 1,10 poin atau 0,06 persen ke level US$1.774 per troy ounce pukul 20.03 WIB.

Setelah terkerek naik tajam seiring dengan meningkatnya angka kasus baru Covid-19 yang mendorong antusiasme investor terhadap aset safe haven, harga emas perlahan turun karena penguatan indeks dolar mengurangi daya tariknya sebagai aset alternatif.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta turun Rp9.000 menjadi Rp907.000 per gram.

Harga pembelian kembali atau buyback emas ikut berkurang Rp9.000 menjadi Rp800.000 per gram dari harga sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Harga Emas Hari Ini
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top