Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Ditutup Anjlok 1,37 Persen, Terseret Bursa Global dan Kasus Jiwasraya?

Pada pukul 15.00 WIB atau penutupan sesi II, IHSG melemah 1,37 persen atau 68 poin menjadi 4.896,73.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  15:05 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung melintas di dekat papan layar elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (22/6/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau anjlok 1,37 persen pada penutupan perdagangan Kamis (25/6/2020).

Pada pukul 15.00 WIB atau penutupan sesi II, IHSG melemah 1,37 persen atau 68 poin menjadi 4.896,73. Sejatinya, indeks sejak awal dagang berada di zona merah, dan semakin terperosok pada sesi II.

Indeks bergerak di rentang 4.883,71 - 4.964,34. Terpantau 93 saham hijau, 234 saham merah, dan 141 saham stagnan.

Sementara itu, Kejaksaan Agung (Kejagung) menyebut bahwa enam terdakwa kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya sempat mencuci uang hasil korupsinya ke 13 perusahaan manager investasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengemukakan bahwa para terdakwa berencana menyamarkan hasil kejahatan korupsi PT Asuransi Jiwasraya dengan cara mengalirkan uang sebesar Rp12,157 triliun ke 13 perusahaan tersebut agar tidak terdeteksi penyidik Kejagung.

"Jadi ada peran aktif para terdakwa di 13 korporasi itu. Ada dugaan uang hasil korupsi Jiwasraya itu dialirkan ke 13 korporasi," tuturnya, Kamis (25/6/2020).

Dari sisi eskternal, Bursa Asia juga menutup perdagangan hari Kamis dengan koreksi yang lebih dalam setelah dibuka di zona merah.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (25/6/2020), indeksS&P/ASX200 Australia memimpin reli negatif ini dengan koreksi 2,48 persen ke level 5.817,69 disusul oleh Kospi Korea Selatan yang anjlok terkoreksi sebesar 2,27 persen ke 2.112,37.

Sementara itu,indeks Topix Jepang juga melemah 1,18 persen ke level 1.561,85 setelah indeks berjangka S&P 500 anjlok 2,6 persen.

Salah satu sentimen pemberat pergerakan saham hari ini kekhawatiran investor terhadap kenaikan kasus positif virus corona di sejumlah negara. Hal tersebut dapat membuat pemerintah negara memperlambat atau bahkan membatalkan pembukaan kembali kegiatan ekonomi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya mengatakan pandemi Covid-19 belum mencapai puncaknya di kawasan Amerika dan infeksi global kemungkinan akan mencapai 10 juta dalam seminggu ini.

Selain sentimen pandemi Covid-19, indeks saham di Asia juga berguguran seiring ketegangan di sektor perdagangan antara Uni Eropa dengan Amerika Serikat. Pemerintah AS mempertimbangkan untuk memberi tarif sebesar US$3,1 miliar untuk ekspor barang dari Perancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Pada saat yang sama, AS juga berencana untuk menetapkan tarif ekspor baru kepada barang ekspor lain seperti zaitun, bir, dan truk serta menambah bea masuk untuk barang lain seperti pesawat, keju, dan yogurt. Di sisi lain, Uni Eropa berencana untuk melarang turis asal AS masuk ke negara-negara anggotanya.

Portfolio Manager di Wells Fargo Asset Management, Margie Patel mengatakan, pasar saham kembali merasakan sentimen negatif virus corona yang berpotensi memperlambat proses pembukaan kegiatan ekonomi dan menekan pergerakan saham.

"Pergerakan positif yang berlangsung sejak akhir Maret lalu sepertinya memang harus terkontraksi selama beberapa waktu," katanya.

Sementara itu, International Monetary Fund (IMF) telah merevisi outlook perekonomian dunia dan memperkirakan resesi akan kian dalam dan pemulihan yang berjalan lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Bursa Asia Indeks BEI Jiwasraya
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top