Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PP Presisi (PPRE) Catatkan Laba Rp25 Miliar, Ambles 77 Persen

Penurunan laba PPRE diakibatkan oleh pendapatan perseroan yang turun 36,33 persen menjadi Rp552,14 miliar.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  16:28 WIB
Direksi PT PP Presisi Tbk. melakukan konferensi pers usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan kinerja 2018 di Jakarta, Rabu (10/4/2019).Bisnis - M. Nurhadi Pratomo
Direksi PT PP Presisi Tbk. melakukan konferensi pers usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan kinerja 2018 di Jakarta, Rabu (10/4/2019).Bisnis - M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, JAKARTA – PT PP Presisi Tbk., anak usaha PT PP (Persero) Tbk., mengalami penurunan laba bersih sebesar 77,33 persen pada kuartal I/2020, sejalan dengan pendapatan yang menurun.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2020, emiten berkode saham PPRE tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp25,03 miliar. Perolehan laba tersebut turun 77,33 persen dari posisi kuartal I/2019 senilai Rp110,41 miliar.

Penurunan laba ini diakibatkan oleh pendapatan perseroan yang turun 36,33 persen menjadi Rp552,14 miliar. Di sisi lain, beban pokok turun 33,05 persen secara tahunan menjadi Rp443,76 miliar.

Dengan kondisi tersebut, perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp108,38 miliar. Dibandingkan dengan laba kotor pada periode yang sama tahun lalu, terjadi penurunan sebesar 46,99 persen.

Kontributor pendapatan perseroan yang tersebar dari pendapatan konstruksi, penyewaan alat, dan ready mix seluruhnya mengalami penurunan.

Pendapatan konstruksi turun 38,10 persen menjadi Rp428,7 miliar. Adapun, pendapatan dari penyewaan alat turun 19,84 persen menjadi Rp74,11 miliar. Di sisi lain, pendapatan dari ready mix turun 40 persen menjadi Rp49,32 miliar.

Guna mengimbangi penurunan pendapatan, perseroan berhasil melakukan efisiensi terhadap beban usaha yang turun 5,91 persen menjadi Rp16,16 miliar. Selain itu, perseroan mencatatkan penurunan beban penurunan nilai piutang sebesar 71,78 persen menjadi Rp634,30 juta.

Di sisi lain, pendapatan lain-lain PP Presisi meningkat cukup tajam, yakni 72,1 persen menjadi Rp15,7 miliar. Namun, beban lain-lain juga meningkat 10,95 persen menjadi Rp68,51 miliar.

Meski sudah mengupayakan efisiensi, perseroan tetap tidak dapat menghindari tekanan dari pendapatan yang menurun. Akibatnya, laba bersih perseroan terkoreksi cukup dalam.

Melalui keterangan resminya, perseroan menyatakan bahwa penyebab utama penurunan pendapatan pada kuartal I/2020 adalah penundaan pelaksanaan proyek dari kontrak yang didapatkan perseroan.

Pada periode tersebut, pendapatan bersih hanya diperoleh dari kelanjutan progress pekerjaan konstruksi. Beberapa proyek yang masih berkontribusi di antaranya, Tol Manado—Bitung, Tol Indrapura—Kisaran, dan Bendungan Way Sekampung.

Hal ini juga menjadi penyebab earning before interest, tax, depreciation, and amortization (EBITDA) menurun 26 persen menjadi Rp282,4 miliar. Hal ini sejalan dengan laba usaha perseroan yang turun 47 persen.

Sementara itu, posisi aset perseroan mengalami penurunan 5,96 persen menjadi Rp7,29 triliun. Penurunan terjadi seiring dengan aset lancar yang menurun 8,1 persen menjadi Rp4,5 triliun.

Penurunan ini utamanya terjadi karena penurunan piutang usaha sebesar 19,2 persen menjadi Rp556,7 miliar. PP Presisi menyatakan hal ini juga sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan.

Di sisi lain, penurunan aset lancar juga disebabkan oleh posisi kas dan setara kas yang turun 24,8 persen menjadi Rp412,8 miliar. Posisi kas menurun karena kebutuhan pembayaran kepada pemasok dan sebagian pembayaran utang.

Dari sisi liabilitas, total liabilitas jangka pendek perseroan menurun 11,8 persen menjadi Rp3,4 triliun. Hal ini terjadi seiring dengan penurunan total utang perseroan sebesar 7,2 persen menjadi Rp2,2 triliun.

Sementara itu, dari sisi ekuitas, terjadi penurunan sebesar 11,1 persen pada ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Hal ini terjadi seiring dengan peningkatan pencadangan akibat penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 71.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ptpp Kinerja Emiten PP Presisi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top