Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lancartama Sejati Bukukan Penurunan Laba 56,87 Persen pada 2019

Emiten berkode saham TAMA itu melaporkan pendapatan sebesar Rp41,43 miliar, turun 27,59 persen terhadap perolehan pada 2018. Pada tahun sebelumnya itu, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp57,21 miliar.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  17:05 WIB
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Lancartama Sejati Tbk., emiten yang baru saja melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Februari 2020, menorehkan penurunan laba 56,87 persen pada 2019 yang dipicu oleh penurunan pendapatan.

Emiten berkode saham TAMA itu melaporkan pendapatan sebesar Rp41,43 miliar, turun 27,59 persen terhadap perolehan pada 2018. Pada tahun sebelumnya itu, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp57,21 miliar.

Sejalan dengan itu, beban pokok juga mengalami penurunan sebesar 38,62 persen secara tahunan menjadi Rp23,72 miliar. Alhasil, laba kotor yang dihasilkan perseroan sepanjang 2019 adalah Rp17,70 miliar, turun 4,64 persen.

Meski begitu perolehan laba bersih perseroan harus turun lebih dalam, yakni 54,87 persen menjadi Rp1,58 miliar. Penurunan itu disebabkan oleh kenaikan beberapa pos beban secara signifikan.

Salah satunya adalah beban umum dan administrasi yang naik 22,75 persen menjadi Rp5,48 miliar. Selain itu, perseroan terbebani tambahan beban keuangan yang naik 12,27 persen menjadi Rp1,58 miliar.

Peningkatan beban keuangan terjadi seiring masifnya kegiatan pendanaan perseroan pada tahun lalu. Arus kas dari aktivitas pendanaan tercatat sebesar Rp31,4 milar. Hal ini digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi sebesar Rp42,9 miliar yang mayoritas adalah investasi penambahan aset tetap.

Kendati demikian, dari sisi arus kas operasi, perseroan mengalami pertumbuhan signifikan dari Rp162,82 juta menjadi Rp9,63 miliar. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan kas dari hasil operasi yang meningkat menjadi Rp20,57 miliar.

Secara total posisi kas dan setara kas perseroan pada akhir 2019 mencapai Rp1,69 miliar. Nilai kas ini merupakan bagian dari total aset yang bernilai Rp137,02 miliar, naik 30,59 persen.

Aset ini juga terdiri dari ekuitas sebesar Rp22,47 miliar dan liabilitas sebesar Rp114,54 miliar. Ekuitas dan aset masing-masing meningkat 100,45 persen dan 22,23 persen terhadap torehan pada buku laporan 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konstruksi Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top