Tren ARA Saham IPO Berlanjut

Saham emiten konstruksi PT Lancartama Sejati Tbk. langsung melesat dari posisi Rp175 per saham ke level Rp296 per saham atau naik 121 poin.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  13:24 WIB
Tren ARA Saham IPO Berlanjut
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham PT Lancartama Sejati Tbk. langsung melonjak 69,14 persen ke level Rp296 per saham pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Senin (10/2/2020).

Dengan demikian, emiten berkode saham TAMA itu tidak bisa lagi diperdagangkan hari ini karena terkena auto reject atas atau ARA. Emiten konstruksi itu langsung melesat dari posisi Rp175 per saham ke level Rp296 per saham atau naik 121 poin.

Emiten ke-10 yang melantai pada tahun ini melepas 200 juta saham dengan harga penawaran Rp175 per saham. Dengan begitu, perseroan bisa meraup dana segar sebanyak Rp35 miliar.

Perseroan yang berpusat di Jakarta Selatan itu juga menerbitkan 100 juta Waran Seri I sebagai daya tarik. Jumlah itu sekitar 12,5 persen dari jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh. TAMA memberikan satu waran bagi setiap pemegang dua saham.

Satu waran memberikan hak untuk membeli satu saham baru. Harga pelaksanaan warannya sebesar Rp288 dengan masa berlakunya selama enam bulan setelah diterbitkan.

Seluruh dana hasil pelaksanaan saham dan Waran Seri I akan digunakan sebagai modal kerja dalam bentuk investasi jangka panjang seperti pembelian tanah, bangunan, kendaraan dan mesin dan pengeluaran untuk membeli bahan baku material proyek.

Sebelumnya, tren lonjakan saham saat perdagangan perdana kembali terjadi pada Jumat (7/2/2020). Saat itu, harga saham PT Pratama Widya Tbk. (PTPW) melonjak 50 persen ke level Rp975 per saham.

Sejak dibuka PTPW langsung melesat dari posisi Rp650 per saham ke level Rp975 per saham atau naik 325 poin. PTPW membukukan volume transaksi sebanyak 2.091 saham. Jumlah itu setara dengan Rp203,87 juta. Otomatis emiten properti itu langsung terkena auto reject atas pada pencatatan perdananya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top