Lancartama Sejati (TAMA) Incar Kontrak Baru Rp110 Miliar

Direktur Utama Lancartama Sejati Alex Widjaja mengatakan perseroan tengah mengejar nilai kontrak anyar sebesar Rp100 miliar sampai dengan Rp110 miliar pada 2020
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  16:15 WIB
Lancartama Sejati (TAMA) Incar Kontrak Baru Rp110 Miliar
Salah satu proyek PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA) di Cibitung, Jawa Barat. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ke-10 yang melantai tahun ini di sektor konstruksi, PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA), optimistis mampu memeroleh kontrak baru senilai Rp110 miliar pada 2020 dari dua proyek.

Direktur Utama Lancartama Sejati Alex Widjaja mengatakan perseroan tengah mengejar nilai kontrak anyar sebesar Rp100 miliar sampai dengan Rp110 miliar pada 2020. Menurutnya, perseroan sedang melakukan pendekatan kepada salah satu perusahaan logistik.

“Nilai kontrak baru yang kami kejar senilai Rp100 miliar sampai dengan Rp110 miliar. Kami sedang berdiskusi dengan beberapa perusahaan termasuk depo terminal di Cakung,” katanya Senin (10/2/2020).

Alex menambahkan proyek itu berupa pembangunan depo peti kemas di dekat pelabuhan baru yang berada dekat Cakung. Menurutnya, lahan yang akan dibangun mencapai 8 hektare dengan jangka waktu pembangunan mencapai 3 tahun.

Emiten berkode saham TAMA itu dapat meraih kontrak senilai Rp80 miliar sampai dengan Rp90 miliar bila kontrak anyar itu berhasil ditangani. Selain itu, perusahaan juga sedang mengincar perluasan pabrik besi di Pulogadung dan Pulomas, Jakarta Timur.

“Klien utama kami adalah pabrik besi, karena pembangunan infrastrutur masih tinggi mereka akan menambah perluasan di kawasan sendiri. Ekspansi yang akan dilaksanakan mencapai 5 hektare,” katanya.

Sebagai informasi, TAMA tercatat sebagai anggota Gabungan Pengusaha Konstruksi (Gapensi) DKI Jakarta dengan golongan atau kualifikasi badan usaha jasa konstruksi (BUJK) menengah . Di Kementerian PUPR, kualifikasi menengah bisa mengikuti tender dengan nilai proyek hingga Rp100 miliar.

Selain itu, perseroan juga sudah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp70 miliar sampai dengan Rp80 miliar. Alex mengatakan dana itu akan digunakan untuk pembelian bahan material dan membangun gedung di Melawai, Jakarta Selatan.

“Kami berencana ekspansi ke bidang penyewaan ruang dan hunian untuk mendapatkan pendapatapan berulang supaya tidak tergantung proyek saja. Kami sedang membangun, satu 1 atau 2 bulan lagi beroperasi,” imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Hafiyyan
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top