Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kembali Menguat ke Rp14.800-an, Rupiah Juara di Asia

Pada perdagangan akhir April 2020 ini, nilai tukar rupiah berakhir melonjak 414 poin atau 2,70 persen ke level Rp14.881 per dolar AS. Penguatan rupiah menjadi yang tertinggi di Asia.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 30 April 2020  |  16:23 WIB
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Asia pada perdagangan Kamis (30/4/2020) seiring dengan optmistis terhadap fundamental domestik dan pelemahan dolar AS.

Pada perdagangan akhir April 2020 ini, nilai tukar rupiah berakhir melonjak 414 poin atau 2,70 persen ke level Rp14.881 per dolar AS. Penguatan rupiah menjadi yang tertinggi di Asia. (lihat tabel)

Adapun, kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.157 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini.

Sementara itu, dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama menunjukkan pelemahan 0,07 persen ke posisi 99,499 pada pukul 15.30 WIB.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia telah teruji dan begitu kokoh pasca data ekonomi eksternal yang lesu. Hal ini  membawa angin segar bagi investasi di pasar valas dan obligasi.

"Pelaku pasar kembali percaya terhadap pasar dalam negeri, sehingga wajar kalau arus modal asing kembali masuk begitu deras dan membawa mata uang garuda kembali digdaya dan melampaui mata uang lainnya,"; paparnya, Kamis (30/4/2020).

Dari sisi eksternal, fokus pasar telah berubah dari Federal Reserve ke Bank Sentral Eropa, karena dewan pemerintahan harus memutuskan pada hari Kamis pembelian lebih dari 1 triliun euro ($ 1,1 triliun) aset dan rencana pinjaman untuk menjaga bisnis perusahaan serta konsumsi rumah tangga.

Federal Reserve mempertahankan suku pada hari Rabu, tetapi menyatakan keinginan untuk melakukan lebih banyak untuk mendukung perekonomian jika ini diperlukan.

Stimulus tentunya dibutuhkan karena PDB AS kuartal I/2020 hanya mencapai -4,8 persen, penurunan ekonomi terburuk sejak 2008. Data itu juga melebihi perkiraan ekonom sebesar -4 persen.

Dalam perdagangan pekan depan, sambung Ibrahim, rupiah kemungkinan akan dibuka melemah, tetapi ditutup menguat tipis. Mata uang itu akan bergerak di rentang Rp14.800 - Rp14.540 per dolar AS.

Kemarin, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan posisi rupiah di kisaran Rp15.400 per dolar AS terbilang undervalue. Oleh karena itu, pihaknya optimistis rupiah dapat menuju Rp15.000 pada akhir 2020.

"Salah satu pendorong rupiah ialah defisit transaksi berjalan yang lebih rendah. Semula 2,5 persen - 3 persen dari PDB, insyaallah akan lebih rendah dari itu. Saat ini masih Rp15.400 karena faktor teknikal," paparnya, Rabu (29/4/2020).

Selain itu, Bank Indonesia berkomitmen menjaga pasar dan stabilitas nilai tukar rupiah, sehingga akan melakukan intervensi di pasar spot, DNDF, dan SBN.
Baca Juga : Bos BI Tegaskan Potensi Penguatan ke Rp15.000, Rupiah Terbaik Kedua di Asia

"Kami juga optimis adanya inflow yang lebih besar. Biasanya setelah 4 bulan outflow, akan selaku diikuti periode inflow," imbuhnya.

CurrencyValueChangeNet Change
106.73000.0500+0.05%
116.07000.0600+0.05%
13.76900.0062+0.05%
7.75110.0009+0.01%
1.4098-0.0022-0.16%
69.7860-0.1510-0.22%
0.6539-0.0018-0.27%
0.6116-0.0017-0.28%
29.7360-0.1680-0.56%
1,204.4400-14.2600-1.17%
50.4200-0.0870-0.17%
14,881.5000-413.5000-2.70%
75.1012-0.5726-0.76%
7.0530-0.0237-0.33%
4.3025-0.0432-0.99%
32.3510-0.0600-0.19%
4.0321-0.0428-1.05%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top