Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) Jadi Fokus Pasar Forex dan Komoditas

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 30 April 2020  |  09:46 WIB
Warga melintas di depan salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Warga melintas di depan salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah Federal Reserve memertahankan suku bunga, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi fokus pasar komoditas dan mata uang.

Dalam publikasi risetnya, Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan mengatakan dolar melanjutkan kerugian pada hari Kamis (30/4/2020) setelah Federal Reserve AS membiarkan pintu terbuka untuk pelonggaran moneter lebih lanjut dan mengurangi harapan untuk pemulihan ekonomi cepat dari pandemi virus corona.

Bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk menahan suku bunga di kisaran level saat ini dan berjanji untuk mempertahankannya hingga ekonomi AS kembali pulih.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, para pembuat kebijakan memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen.

Greenback juga terbebani karena tanda-tanda pandemi sedang surut di negara-negara lain dan mengurangi permintaan safe-haven untuk menyimpan dana dalam dolar.

"Selain itu, hasil uji coba positif dari pengobatan Covid-19 meningkatkan selera untuk mata uang berisiko," paparnya, Kamis (30/4/2020).

Euro bertahan stabil sebelum pertemuan Bank Sentral Eropa pada hari Kamis di mana pembuat kebijakan cenderung untuk memperluas pembelian utang. ECB juga mengambil langkah-langkah lain untuk meringankan kondisi di pasar kredit.

berikut analisis potensi pergerakan sejumlah komoditas dan mata uang utama hari ini.

EMAS

Harga emas berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 1725 -1730 karena ditopang oleh komentar The Fed yang dipandang lebih dovish, bila bergerak turun harga emas berpeluang menguji level support 1700 - 1695.

MINYAK

Minyak berpotensi bergerak naik menguji level resisten di 17.00 - 18.00 karena di topang oleh pasar yang menyambut baik data laporan cadangan minyak mentah AS yang naik lebih rendah dari perkiraan.Level support harga minyak berada pada kisaran 15.00 -14.00.

EURUSD

EURUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.0890 - 1.0920 karena ditopang oleh outlook pelemahan dolar AS. EURUSD berpeluang menguji level support di 1.0840 - 1.0800 bila ECB memangkas suku bunga dan berikan pandangan dovish.

GBPUSD

GBPUSD berpeluang bergerak naik menguji level resisten di 1.2515 - 1.2545 karena didukung oleh oleh Outlook pelemahan dolar AS. Namun bila bergerak turun GBPUSD berpotensi membidik level support 1.2425 - 1.2400.

USDJPY

Diuntungkan oleh outlook pelemahan dolar AS, USDJPY berpeluang bergerak turun menguji level support di 106.25 - 106.00. Level resisten USDJPY berada pada kisaran 106.90 - 107.30.

AUDUSD

AUDUSD berpotensi bergerak naik menguji level resisten 0.6600 -0.6680 karena ditopang oleh menguatnya harga komoditas dan melemahnya dolar AS. Level support AUDUSD berada pada kisaran 0.6500 - 0.6470.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini Harga Minyak kurs dolar as
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top