Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Terbitkan SBSN Rp46,49 Triliun Lewat Private Placement

Kementerian Keuangan menyebut transaksi itu telah dilakukan pada, Senin (27/4/2020). Surat berharga syariah negara (SBSN) yang diterbitkan terdiri atas tiga seri project based sukuk (PBS).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 29 April 2020  |  11:44 WIB
Ilustrasi SBR. Bisnis - Abdullah Azzam
Ilustrasi SBR. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Keuangan telah melakukan transaksi surat berharga syariah negara dengan skema private placement dengan jumlah total Rp46,49 triliun.

Dalam keterangan pers, Kamis (29/4/2020), Kementerian Keuangan menyebut transaksi itu telah dilakukan pada, Senin (27/4/2020). Surat berharga syariah negara (SBSN) yang diterbitkan terdiri atas tiga seri project based sukuk (PBS).

Pertama, PBS003 dengan nilai nominal Rp11,6 triliun berjenis fixed rate dan dapat diperdagangkan yang akan jatuh tempo 15 Januari 2027. Seri itu memiliki imbal hasil 7,79 persen dan tingkat imbalan atau kupon 6,00 persen per tahun.

Kedua, PBS017 dengan nilai nominal Rp30,33 triliun berjenis fixed rate dan dapat diperdagangkan yang akan jatuh tempo 15 Oktober 2025. Seri itu memiliki imbal hasil 7,63 persen dan tingkat imbalan atau kupon 6,125 persen per tahun.

Ketiga, PBS027 dengan nilai nominal Rp4,56 triliun berjenis fixed rate dan dapat diperdagangkan yang akan jatuh tempo 15 Mei 2023. Seri itu memiliki imbal hasil 6,55 persen dan tingkat imbalan atau kupon 6,50 persen per tahun.

Dengan demikian, total nilai penerbitan senilai Rp46,49 triliun. Setelmen transaksi akan dilakukan pada 4 Mei 2020.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah melakukan transaksi penerbitan surat utang negara dengan skema private placement senilai Rp62,62 triliun pada, Senin (27/4/2020).

SUN yang diterbitkan terdiri atas tiga seri obligasi negara. Pertama, FR0084 dengan total nominal Rp37,87 triliun berjenis fixed rate.

FR0084 memiliki kupon 7,25 persen dan imbal hasil atau yield 7,37 persen. Seri itu akan jatuh tempo pada 15 Februari 2026.

Kedua, FR0085 dengan total nominal Rp21,17 triliun berjenis fixed rate. Seri itu memiliki kupon 7,75 persen dan yield 7,86 persen yang akan jatuh tempo pada 15 April 2031.

Ketiga, VR0033 dengan total nominal Rp3,56 triliun berjenis variable rate. Kupon seri itu diatur dengan mengacu kepada Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate + 4 basis points (bps) dan untuk kupon tiga bulan pertama sebesar 4,54 persen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sukuk sbn
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top