Trisula International (TRIS) Bakal Bangun Pabrik Baru

PT Trisula Textile Industries Tbk. memiliki bisnis garmen dengan kapasitas produksi 5.000 pcs per bulan dan 193 jaringan retail di Indonesia.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 09 Oktober 2019  |  16:47 WIB
Trisula International (TRIS) Bakal Bangun Pabrik Baru
Direksi PT Trisula Textile Tbk. dalam acara paparan publik di Jakarta, Senin (29/4/2019). - Bisnis/Azizah Nur Alfi)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Trisula International Tbk. berencana membangun pabrik baru di Jawa Tengah untuk menambah kapasitas produksi.

Direktur Utama Trisula International Santoso Widjojo mengatakan perseroan akan menambah kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru di Jawa Tengah pada tahun depan.

Pada tahap awal, emiten bersandi saham TRIS ini mengalokasikan investasi senilai Rp50 miliar - Rp100 miliar.

Santoso menambahkan kebutuhan lahan untuk pabrik baru sekitar 3 hektare- 5 hektare. Perseroan mulai menjajaki sejumlah wilayah seperti Solo, Boyolali, dan Sragen.

Peningkatan kapasitas produksi seiring dengan kapasitas perseroan yang sudah penuh. Dalam jangka panjang, pabrik baru di Jawa Tengah itu bakal memiliki kapasitas sebesar 3-3,5 kali dari kapasitas produksi saat ini.

Sebelumnya, perseroan telah memiliki 4 fasilitas produksi di Jawa Barat. "Pemilihan Jawa Tengah karena sumber tenaga lebih murah dibandingkan dengan Jawa Barat," katanya, Rabu (9/10/2019).

Pada perkembangan lain, emiten bersandi saham TRIS itu segera menyelesaikan akuisisi 78,52% saham PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL), setelah mengantongi persetujuan dari pemegang saham atas rencana rights issue pada tahun ini.

Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (9/10/2019) menyetujui rencana rights issue sebanyak 2,09 miliar saham dan harga pelaksanaan Rp276 per saham. Dengan demikian, perseroan memperoleh dana hasil rights issue sebesar Rp577,90 miliar yang akan digunakan untuk akuisisi 78,52% saham BELL.

Nilai transaksi dari rencana akuisisi saham BELL sebesar Rp574,94 miliar. Adapun, sisa dana hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat modal usaha perseroan dan anak usaha.

PT Inti Nusa Damai (IND) bertindak sebagai pembeli siaga. Pemilik 78,52% saham BELL itu, akan melakukan penyetoran dengan cara inbreng.

"Perkiraan tanggal efektif di OJK tanggal 18 November 2019. Kami perkirakan akuisisi ini selesai pada 9 Desember 2019, sehingga [BELL] sudah masuk laporan konsolidasi tahun depan," katanya.

Lebih lanjut, akuisisi BELL bakal berkontribusi 35% terhadap pendapatan konsolidasi pada tahun depan. Akuisisi ini juga bakal menimbulkan efisiensi sekitar 12%-13% sehingga margin laba berpeluang melebar.

Santoso mengatakan akuisisi ini membuat bisnis perseroan lebih terintergrasi sehingga menghasilkan produk yang lebih kompetitif.

BELL merupakan produsen bahan pakaian dengan kapasitas produksi 1 juta yard per bulan, serta memiliki divisi pakaian seragam yang fokus di pasar lokal. Adapun, Trisula International yang fokus di pasar ekspor, memiliki bisnis garmen dengan kapasitas produksi 5.000 pcs per bulan dan 193 jaringan retail di Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
trisula international, Trisula Textile Industries

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top