Ringkasan Perdagangan 18 September : Pasar Global Tunggu Putusan Suku Bunga The Fed

The Fed diantisipasi akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dalam pertemuan yang berakhir Kamis (19/9/2019) dini hari WIB. Adapun BI dipandang akan menantikan sinyal dari The Fed hingga esok sebelum melakukan pemangkasan suku bunga.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 September 2019  |  19:37 WIB
Ringkasan Perdagangan 18 September : Pasar Global Tunggu Putusan Suku Bunga The Fed
Bank sentral AS, The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak berakhir menguat bersama nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini, menjelang rilis keputusan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve dan Bank Indonesia.

The Fed diantisipasi akan kembali memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin dalam pertemuan yang berakhir Kamis (19/9/2019) dini hari WIB. Adapun BI dipandang akan menantikan sinyal dari The Fed hingga esok sebelum melakukan pemangkasan suku bunga.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Rabu (18/9/2019):

IHSG & Rupiah Sama-sama Menguat Nantikan Putusan The Fed dan BI

IHSG berhasil melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, dengan ditutup menguat 0,64 persen atau 39,94 poin di level 6.276,63.

Menurut tim riset Samuel Sekuritas Indonesia, pergerakan IHSG hari ini dipengaruhi oleh aksi wait and see para pelaku pasar atas kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) dan Bank Indonesia.

Di dalam negeri, pasar akan menantikan rilis kebijakan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI). Bank Indonesia diprediksi kembali memangkas suku bunga acuan atau BI 7-Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin pada Kamis (19/9).

Nilai tukar rupiah pun hari ini berhasil ditutup menguat 33 poin atau 0,23 persen di level Rp14.067 per dolar AS, setelah lunglai selama dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Padahal, pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau naik 0,20 persen atau 0,192 poin ke posisi 98,453.

Investor Tunggu Keputusan Suku Bunga The Fed, Pasar Saham Global Variatif

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing ditutup turun 0,49 persen dan 0,18 persen. Namun indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing mampu berakhir naik 0,25 persen dan 0,48 persen.

Meski The Fed hampir bisa dipastikan akan kembali menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin, investor menunggu pernyataan dan proyeksi ekonomi dari para pembuat kebijakan The Fed, mengingat adanya tanda-tanda pandangan yang terbagi di antara mereka.

“Pelaku pasar saat ini sangat berhati-hati. Mereka sedang menunggu pertemuan The Fed dan potensi perkembangan baru di Arab Saudi,” ujar Christophe Barraud dari Market Securities di Paris.

“Untuk pertemuan The Fed, pasar tidak bertaruh untuk kejutan positif yang besar,” tambahnya, seperti dikutip dari Reuters.

Guncangan Harga Minyak Mereda, Dolar AS Menguat

Dolar AS menguat setelah pasar minyak pulih dari guncangan pasokan, sedangkan fokus investor terpaku pada pertemuan Federal Reserve AS pada Rabu malam yang diperkirakan akan memangkas suku bunga.

Gubernur The Fed Jerome Powell jelas-jelas menyiarkan niatnya untuk menurunkan suku bunga, sehingga beberapa analis memperingatkan bahwa dolar sebenarnya bisa melambung jika Fed melonggarkan kebijakan seperti yang diharapkan.

"Spekulan sudah terlalu banyak dalam posisi short dolar AS," kata Yukio Ishizuki, analis valuta asing di Daiwa Securities

Libra Dinilai Mampu Mengancam Kekuatan Dolar AS

Libra, mata uang digital garapan raksasa media sosial Facebook, dinilai dapat menantang keunggulan dolar AS dan lebih cepat menggantikan dominasi greenback dalam transaksi internasional.

Anggota Dewan Eksekutif European Central Bank (ECB) Benoit Coeure mengatakan di tengah globalisasi dan evolusi layanan online yang telah mendorong permintaan konsumen terhadap layanan pembayaran yang berkerja lintas batas dan lebih cepat, terciptalah mata uang digital seperti Libra.

Namun, mata uang digital seperti Libra yang kerap disebutkan sebagai stablecoin memiliki keamanan yang lebih lemah. Sehingga, bank sentral di dunia dinilai perlu mengambil peran untuk meninjau kelayakan mata uang tersebut berdasarkan standar teknis umum.

Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Desember 2019 terpantau turun 4,60 poin atau 0,30 persen ke level US$1.508,80 per troy ounce pukul 18.33 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas Comex bergerak di level 1.507 – 1.511,30.

Menjelang rilis keputusan kebijakan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve pada Rabu (18/9/2019) waktu setempat, investor emas tampak mengambil sikap wait and see.

Investor kini tengah menantikan apakah para pembuat kebijakan The Fed akan mengarah pada langkah pemangkasan lebih berkelanjutan, yang dapat mendukung pergerakan emas.

Di dalam negeri, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta naik Rp4.000 menjadi Rp757.000 per gram. Adapun, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam bertambah Rp5.000 menjadi Rp680.000 per gram. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top