Rimo International (RIMO) Bidik Pendapatan Rp509 Miliar

Emiten properti, PT Rimo International Lestari Tbk. memproyeksikan nilai pendapatan pada tahun ini sekitar Rp509 miliar atau akan sama dengan 2018.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  09:19 WIB
Rimo International (RIMO) Bidik Pendapatan Rp509 Miliar
Seorang wanita melintas di depan layar digital pergerakan saham di Jakarta, Kamis (23/5/2019). - ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten properti, PT Rimo International Lestari Tbk. memproyeksikan nilai pendapatan pada tahun ini sekitar Rp509 miliar atau asama dengan 2018.

Direktur Rimo International Lestari Henry Poerwantoro mengungkapkan bahwa pada tahun ini, perseroan masih akan fokus pada penyelesaian South Hills yang diproyeksikan bisa rampung pada kuartal III/2019 di Kuningan, Jakarta. Proyek ini terdiri dari 597 unit apartmen.

"Dari total South Hill, unit yang sudah terjual mencapai 400 unit dan sisanya bakal dijual pada tahun ini," ungkapnya di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Adapun nilai pendapatan RIMO pada 2018 senilai Rp509 miliar, naik 80% dari 2017 senilai Rp283,48 miliar. Dia menambahkan, pembeli rumah masih melakukan aksi wait and see mengingat kondisi pilpres yang belum kondusif.

Pada tahun ini, emiten bersandi saham RIMO bakal melakukan kontruksi Kota Olympia, Mempawah Pontianak. Adapun Kota Olympia ini bakal dibangun melalui PT Tri Kartika. Luas lahan yang sudah dikuasai oleh Tri Kartika mencapai 813 ha.

Dalam perencanaan, luas area Kota Olympia mencapai 1.000 ha dan akan menjadi kota terpadu. Direktur Rimo International Lestari Herman Susanto mengungkapkan, saat ini perseroan masih dalam proses mengurus amdal dan izin mendirikan bangunan (IMB). Dia mengungkapkan, bila seluruh izin rampung pada tahun ini, maka bakal kontruksi bakal dilakukan pada akhir 2019.

Pembangunan Kota Olympia bakal dilakukan bertahap. Tahap awal akan membangun 20.000 rumah, dengan menggandeng partner strategis. Dalam perencanaan, perseroan akan membangun rumah bersubsidi dan rumah sederhana sebanyak 200 unit, dengan kisaran harga Rp130 juta.

Lokasi proyek tersebut berada di daerah IPDN, pelabuhan dan Kawasan Industri Pelindo II, pabrik feronikel Antam dan jalur kereta api yang direncanakan. Herman menambahkan, rumah sederhana akan menjadi daya tarik bagi pekerja di kawasan industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, rimo international lestari

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top