Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penjualan Emas & Nikel United Tractors (UNTR) Melonjak di Awal Tahun

Penjualan komoditas mineral dan emas United Tractors (UNTR) sampai Februari 2025 tercatat melonjak dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
United Tractors Martabe
United Tractors Martabe

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) membukukan kenaikan volume penjualan emas dan nikel secara tahunan sepanjang Januari—Februari 2025. 

Dalam laporan bulanan UNTR, manajemen UNTR menjelaskan volume penjualan emas perseroan melalui Agincourt Resources dan Sumbawa Jutaraya mencapai 37.770 GEOs (gold equivalent ounces) selama periode Januari-Februari 2025. 

Secara bulanan, volume penjualan emas UNTR pada Februari 2025 melonjak dari 18.000 GEOs pada Januari 2025 menjadi 20.000 GEOs pada Februari tahun ini. 

UNTR juga mencatatkan penjualan nikel mencapai 360.589 wet metric ton sepanjang Januari—Februari 2025. Penjualan ini terdiri atas 98.000 wmt saprolite dan 263.000 wmt limonite. 

Adapun, secara tahunan, penjualan nikel UNTR naik 121,16% menjadi 260.589 wmt pada dua bulan pertama 2025, dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar 163.043 wmt.

Presiden Direktur UNTR Frans Kesuma dalam laporan tahunannya mengatakan, harga emas terus meningkat dan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah sebesar US$2.690 per troy ons pada bulan Oktober 2024. 

Hingga akhir tahun, harga emas ditutup mencapai US$2.648 per troy ounce pada bulan Desember 2024, naik 30,2% dibandingkan harga pada bulan Januari 2024 sebesar US$2.034.

"Kenaikan harga emas ini dipicu oleh ketegangan geopolitik, permintaan berkelanjutan dari bank sentral, pelonggaran moneter AS dengan menurunkan suku bunga yang melemahkan dolar dan menurunkan imbal hasil obligasi AS," kata Frans.

Di sisi lain, lanjutnya, harga nikel tidak menunjukkan pergerakan signifikan dengan harga rata-rata US$16.814 per ton pada tahun 2024. Harga nikel sempat menyentuh harga tertinggi US$19.587 per ton pada bulan Mei 2024, tetapi kembali bergerak turun. 

Sepanjang 2024, harga nikel mengalami penurunan sebesar 4,1%, dari US$16.104 per ton pada bulan Januari 2024 menjadi US$15.445 per ton pada bulan Desember 2024. 

"Produksi pertambangan nikel dan produksi dari smelter nikel Indonesia mencapai peningkatan yang sangat tinggi sehingga menyebabkan terjadinya oversupply dan berdampak pada turunnya harga," ucapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper