Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bisikan Racikan Erick Thohir Terkini untuk Garuda Indonesia (GIAA)

Kementerian BUMN di bawah komando Erick Thohir memiliki sejumlah agenda untuk Garuda Indonesia (GIAA) dalam waktu dekat.
Lorenzo Anugrah Mahardhika,M. Nurhadi Pratomo
Minggu, 14 Juli 2024 | 08:50
Pesawat garuda Indonesia mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/6/2024). Bisnis/Paulus Tandi Bone
Pesawat garuda Indonesia mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/6/2024). Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian BUMN di bawah komando Erick Thohir memiliki rancangan untuk emiten penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dalam waktu dekat.

Garuda Indonesia dijadwalkan akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Agustus 2024. Kementerian BUMN menyebut agenda dalam pertemuan itu kemungkinan akan menentukan pergantian manajemen.

“Kemungkinan soal pergantian pengurus lagi,” ujar Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, baru-baru ini.

Selain itu, Tiko menjelaskan bahwa akan melakukan integrasi sejalan dengan pengembangan potensi sektor pariwisata.

“Kami lakukan integrasi, itu programnya nanti Garuda [GIAA] dalam waktu dekat akan inject ke InJourney,” jelasnya.

Lewat rancangan itu, lanjut dia, InJourney akan menjadi perusahaan pariwisata yang lengkap dengan lini usaha mulai dari bandar udara (bandara) atau airport, maskapai, hingga perhotelan.

Tiko menjelaskan bahwa Kementerian BUMN melihat sektor pariwisata sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Sekarang itu pariwisata sekitar 4% dari GDP. Kami ingin dalam 5 tahun bisa masuk 8% dari GDP Indonesia,” jelasnya.

Adapun, pembuatan Peraturan Pemerintah (PP) terkait penggabungan usaha ini masih terus berlangsung. Kementerian BUMN menargetkan regulasi tersebut akan rampung tahun ini.

"Lagi berjalan PP-nya, integrasinya dengan InJourney, bukan Pelita. Sekarang, lagi nunggu proses pembuatan PP. Tahun ini Insya Allah rampung,” ujarnya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra sebelumnya menjelaskan, saat ini proses integrasi GIAA ke dalam InJourney masih terus berlangsung. Menurutnya, proses integrasi ini ditargetkan dapat rampung pada Oktober 2024.

Dia mengatakan Garuda Indonesia, Kementerian BUMN, dan pihak terkait lainnya berupaya agar proses penggabungan tersebut berjalan sesuai dengan peraturan-peraturan yang ada.

"Pak Erick Thohir dan tim pasti ingin memastikan bahwa semua prosesnya sesuai dan tidak menyalahi aturan yang ada, karena tinggal sebentar lagi Oktober,” ujarnya seusai acara Konferensi Pers MotoGP dan Asia Road Racing Championship Mandalika di Jakarta, Jumat (21/6/2024).

Irfan menjelaskan, masuknya Garuda Indonesia ke dalam ekosistem InJourney diharapkan dapat mempermudah koordinasi antara maskapai pelat merah yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, dan Pelita Air.

Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham GIAA parkir di Rp52 pada akhir perdagangan Jumat (12/7/2024). Posisi itu mencerminkan koreksi 29,73% year-to-date (ytd) 2024.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper