Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Garuda (GIAA) Ungkap Kabar Terbaru Soal Kemampuan Bayar Utang

Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA) menyampaikan informasi terkini seputar kemampuan perseroan dalam membayar utang kepada kreditur.
Jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Rabu (22/5/2024). (Bisnis/Rizqi Rajendra).
Jajaran direksi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Rabu (22/5/2024). (Bisnis/Rizqi Rajendra).

Bisnis.com, JAKARTA —  Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), Irfan Setiaputra menyampaikan informasi terkini seputar kemampuan perseroan dalam membayar utang kepada kreditur.

Dia mengatakan, GIAA telah meraih peringkat IdBBB dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) atas kemampuan kinerja perseroan untuk memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang atas efek utang yang dikelolanya.

"Perolehan peringkat tersebut menunjukkan bahwa Garuda Indonesia memiliki outlook yang stabil serta kemampuan yang memadai untuk memenuhi komitmen jangka panjangnya," ujar Irfan dalam keterangannya, Kamis (11/7/2024).

Mengacu laman resmi Pefindo, obligor dengan peringkat utang idBBB memiliki kemampuan yang memadai dibandingkan obligor lainnya untuk membayar utang jangka panjang. Meski demikian, kemampuan obligor lebih mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi.

Irfan mengatakan peringkat Pefindo atas GIAA tersebut diberikan berdasarkan data dan informasi perusahaan serta laporan keuangan tidak diaudit per 31 Maret 2024 serta laporan keuangan audit per 31 Desember 2023.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2024, GIAA mencatatkan liabilitas senilai US$8,09 miliar, atau naik dari akhir 2023 sebesar US$8,01 miliar.

Di sisi lain, total ekuitas GIAA masih negatif sebesar US$1,37 miliar, nilai itu naik dibandingkan posisi akhir 2023 sebesar US$1,28 miliar. Alhasil, total aset Garuda Indonesia terdata sebesar US$6,72 miliar per kuartal I/2024.

Sebagaimana diketahui, GIAA mencatatkan kenaikan pendapatan sepanjang kuartal I/2024. GIAA mencatatkan pendapatan sebesar US$711,98 juta. Pendapatan tersebut naik 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$602,99 juta.

Kondisi tersebut membuat rugi GIAA susut sebesar 21,10% menjadi US$87,03 juta. Padahal pada kuartal I/2023 lalu, GIAA mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar US$110,04 juta.

Terkait peringkat utang tersebut, selain ditentukan dari ikhtisar keuangan dan aksi korporasi GIAA, penilaian juga didasarkan pada aspek industry overview yang turut mencakup upaya perusahaan dalam memitigasi potensi risiko akibat fluktuasi harga bahan bakar ataupun kejadian tak terduga.

“Sehat atau tidaknya Garuda Indonesia tak hanya akan berdampak terhadap kelangsungan bisnis perusahaan namun juga akan turut menentukan kredibilitas Garuda di mata publik, khususnya para kreditur yang telah mendukung proses restrukturisasi perusahaan,” kata Irfan.

Sebagai pengingat, GIAA telah menyelesaikan pembayaran utang secara penuh kepada para kreditur dengan nilai utang hingga Rp255 juta, sesuai skema perjanjian perdamaian yang mendapatkan putusan homologasi.

"Garuda Indonesia juga berhasil mengoptimalkan strategi perbaikan ekuitas perseroan yang memberikan dampak positif pada posisi ekuitas perusahaan," pungkasnya.

Pada perdagangan Kamis (11/7/2024), saham GIAA naik 2% ke posisi Rp51 per saham. Namun, sepanjang 2024, saham GIAA ambles 26,09% secara year-to-date (YtD).

_________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper