Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Tekstil Trisula (TRIS) Bagikan Dividen Rp20,26 Miliar

Emiten tekstil PT Trisula International Tbk. (TRIS) akan membagikan dividen Rp20,26 miliar untuk tahun buku 2023.
Proses texturizing di fasilitas produksi PT Trisula Textile Industries Tbk. Dalam tahap ini, benang-benang filament diproses dengan temperatur dan tekanan tertentusehingga menghasilkan efek keriting, ketebalan yang elastis, dan mempunyai crimp yang tinggi./trisulatextile.com
Proses texturizing di fasilitas produksi PT Trisula Textile Industries Tbk. Dalam tahap ini, benang-benang filament diproses dengan temperatur dan tekanan tertentusehingga menghasilkan efek keriting, ketebalan yang elastis, dan mempunyai crimp yang tinggi./trisulatextile.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tekstil PT Trisula International Tbk. (TRIS) akan membagikan dividen Rp20,26 miliar untuk tahun buku 2023. 

Direktur Utama TRIS Widjaya Djohan mengatakan pembagian dividen berdasarkan keputusan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yaitu sebesar Rp20,26 miliar atau sebesar Rp6,5 per lembar saham. 

“Dividen itu termasuk dividen interim yang telah dibagikan pada tanggal 1 Desember 2023,” kata dia dalam keterangan resmi, dikutip Senin (29/4/2024). 

Pada perdagangan hari ini, saham TRIS berada di level Rp167 per saham, maka dividend yield TRIS saat ini tercatat sebesar 3,89%. 

Seperti yang diketahui, TRIS mencatatkan peningkatan laba bersih sepanjang 2023 yang tercatat di angka Rp68,2 miliar, naik 6% dari tahun sebelumnya yaitu Rp64,5 miliar. 

Laba bersih TRIS meningkat meski pendapatan turun. Sepanjang 2023, TRIS mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp1,47 triliun atau lebih rendah dibandingkan dengan 2022 sebesar Rp1,49 triliun. 

Adapun penjualan tersebut ditopang oleh penjualan pihak ketiga sebesar Rp1,36 triliun yang terdiri dari ekspor sebesar Rp776,59 miliar dan lokal sebesar Rp587,63 miliar. 

Sementara itu penjualan dengan pihak berelasi sebesar Rp108,61 miliar yang terdiri dari ekspor sebesar Rp102,38 miliar dan lokal sebesar Rp6,23 miliar. 

Sejalan dengan penjualan yang tergerus, beban pokok juga ikut turun menjadi sebesar Rp1,11 triliun dibandingkan dengan 2022 yang tercatat sebesar Rp1,16 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Pandu Gumilar
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper