Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Buyback Emas Antam Cetak Rekor Lagi saat Libur Lebaran, Jual Bisa Cuan Segini

Harga buyback emas Antam kembali mencetak rekor pada Jumat (12/4/2024) atau H+2 Lebaran 2024.
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan menunjukan logam mulia di Butik Emas Antam, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan harga buyback emas Antam menyentuh rekor posisi tertinggi sepanjang masa pada Jumat (12/4/2024) atau H+2 Idulfitri Lebaran 2024.

Berdasarkan data dari laman resmi logammulia.com Jumat (12/4/2024), harga buyback atau pembelian kembali emas Antam 24 karat untuk ukuran 1 gram berada di Rp1.215.000. Posisi itu merupakan rekor tertinggi sepanjang masa.

Untuk diketahui harga buyback emas batangan Antam LM mengikuti pergerakan harga dunia. Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. 

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu. 

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

Dalam catatan Bisnis, harga Antam cetakan 1 gram terpantau dipatok di Rp1.129.000 pada 2 Januari 2024. Artinya, sudah terdapat keuntungan Rp86.000 apabila mengacu ke harga buyback hingga Jumat (12/4/2024).

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Jumat (12/4/2024), harga emas spot telah menguat 0,14% atau 3,33 poin ke US$2.375,85 per troy ounce pada pukul 07.08 WIB. Kemudian, harga emas Comex kontrak Juni 2024 juga menguat 0,89% atau 21,20 poin ke US$2.393,90 per troy ounce pada pukul 6.58 WIB.

Harga emas kini sedang menanjak ke rekor baru. Rincian dalam laporan Indeks Harga Produsen memberikan sedikit ketenangan bagi investor yang cemas akan kembali meningkatnya inflasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper