Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SBAT & MKNT Milik Tan Heng Lok Jadi Saham Harga Terendah di BEI

PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) yang dikendalikan Tan Hen Lok kini mendekam sebagai saham terendah seperti MKNT.
PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) resmi melakukan IPO pada Rabu (8/4/2020).
PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) resmi melakukan IPO pada Rabu (8/4/2020).

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) yang dikendalikan Tan Heng Lok kini mendekam sebagai saham terendah seperti PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT).

Saham emiten tekstil PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk. (SBAT) menjadi salah satu dari dua saham dengan harga terendah di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham ini memiliki pengendali yang sama dengan saham PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) yang juga merupakan saham dengan harga terendah. 

Saham SBAT hari ini tercatat berada pada harga Rp2 per saham. Meski demikian, masih terjadi transaksi sebanyak 751.000 saham SBAT, dengan nilai transaksi Rp1,5 juta hingga penutupan perdagangan sesi I. Transaksi terhadap saham SBAT terjadi sebanyak 63 kali. 

Seperti MKNT, SBAT juga dikendalikan oleh Tan Heng Lok. Tan Heng Lok memiliki sejumlah 1,63 miliar saham SBAT atau setara 34,48% kepemilikan. 

Selain Tan Heng Lok, saham SBAT juga dimiliki oleh BUMN PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI sebanyak 665,2 juta saham atau setara 13,99% kepemilikan, dan Martha Intan Yaputra dengan 50.000 saham atau setara 0,001% kepemilikan. 

Sementara itu, kepemilikan masyarakat di SBAT adalah sebanyak 2,44 miliar saham atau setara 51,5% kepemilikan. 

SBAT juga tercatat mendapatkan dua tato atau notasi khusus dari BEI. Kedua notasi khusus tersebut adalah notasi S yang menunjukkan SBAT tidak memiliki penjualan dalam laporan keuangan terbarunya, dan tato X yang berarti berada dalam pengawasan khusus. 

Sebelumnya, pada akhir 2021 lalu, saham SBAT ini tercatat pernah dipromosikan oleh Ustaz Yusuf Mansur. Yusuf Mansur menuturkan SBAT merupakan produsen tekstil yang mengekspor 10 kontainer tekstil ke Arab Saudi. 

Saham SBAT tercatat baru melakukan listing di BEI pada 8 April 2020. Saat itu, SBAT menawarkan sahamnya dengan harga Rp105 per saham. 

Adapun selama di Bursa, rekor harga tertinggi SBAT adalah Rp192 per saham. Saham SBAT sendiri tercatat tidur lama di level Rp50 sejak 21 Mei 2021, dan turun higga harga Rp2 pada 12 Januari 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper