Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Direktur dari Saham 2 Perak (MKNT) Ajukan Resign, Tersisa Dirut

Direktur dari saham Rp2 yakni PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT), Redi Sopyadi mengajukan pengunduran diri dan menyisakan Direktur Utama.
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pegawai beraktivitas di dekat layar yang menampilkan data saham di PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) menyampaikan direkturnya Redi Sopyadi mengajukan pengunduran diri.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), MKNT menyampaikan telah menerima surat pengunduran diri dari Redi Sopyadi. Pengundiran diri ini diajukan Redi Sopyadi pada 30 Januari 2024.

"Bersama ini kami informasikan bahwa kami telah menerima surat pengunduran diri atas nama Bapak Redi Sopyadi selaku Direktur pada tanggal 30 Januari 2024," tulis Direktur Utama MKNT Jefri Junaedi dalam suratnya ke Bursa, Jumat (2/2/2024).

Redi tercatat menjadi Direksi MKNT sejak tahun 2018. Adapun dengan pengunduran diri Redi ini, maka Direksi MKNT saat ini hanya tersisa satu orang, yakni Direktur Utama Jefri Junaedi. Jefri merupakan Direktur Utama MKNT sejak tahun 2015.

Dengan kabar pengunduran diri tersebut, saat ini saham MKNT berada pada posisi Rp2 per saham. Saham MKNT menjadi saham dengan harga terendah di Bursa.

MKNT tercatat didirikan pada 2008 sebagai perusahaan distributor produk prepaid voucher dan sim card. Peran ini dilakukan MKNT melalui kerja sama bersama Telkomsel. Bersama Telkomsel, MKNT juga menghadirkan pusat layanan GraPari.

Saat ini, pengendali MKNT adalah PT Monjess Investama dengan kepemilikan saham sebesar1,24 miliar atau setara 22,63%. Selain Monjess Investama, saham MKNT juga dimiliki oleh PT Sun International Capital sebesar 343,7 juta saham atau setara 6,25% kepemilikan, dan KPD Simas Equity Fund 2 dengan jumlah saham 275,5 juta saham atau setara 5,01%.

Sementara itu, kepemilikan masyarakat pada MKNT cukup signifikan, yakni sebesar 3,63 miliar saham atau setara 66,10% kepemilikan.

Per 29 Desember 2023, terdapat sebanyak 7.640 pihak yang memiliki saham MKNT. Jumlah ini bertambah dari akhir November 2023 yang sebanyak 5.901 pihak.

Monjess Investama sendiri merupakan saham yang dimiliki oleh Tan Heng Lok dengan kepemilikan 52%, Meyce 16%, Monica 16%, dan Jesslyn 16%. Kepemilikan dalam Monjess ini tercatat telah berubah dibandingkan pada 2015, yaitu saat MKNT melakukan pencatatan saham perdananya di BEI.

Saham MKNT mendapatkan tato E, yang mencerminkan ekuitas negatif dan X yang berarti berada dalam special monitoring.

Hingga kuartal III/2023, MKNT mencatatkan penjualan sebesar Rp1,24 triliun, turun 21,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,58 triliun.

Akan tetapi, MKNT mencatatkan rugi pada kuartal III/2023. Meski demikian, rugi ini susut 46,4% dari Rp14,8 miliar di kuartal III/2022, menjadi Rp7,94 miliar di kuartal III/2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper