Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.515 saat Dolar AS Turun

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah ke posisi Rp15.515 pada Kamis (7/12/2023). Pada saat yang sama dolar AS juga terpantau melemah.
Karyawati menghitung mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (14/8/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawati menghitung mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat di tempat penukaran uang asing di Jakarta, Senin (14/8/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis (7/12/2023). Pada saat yang sama, dolar AS juga terpantau turun.

Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 21 poin atau 0,14% menuju level Rp15.515 per dolar AS. Adapun indeks dolar AS juga melemah 0,23% ke posisi 103,91.

Sementara itu, mata uang lain di kawasan Asia juga mayoritas ditutup melemah. Won Korea, semisal, turun 0,94%, diikuti rupee India mengalami pelemahan sebesar 0,02%. Adapun baht Thailand melemah 0,18%, dan ringgit Malaysia melemah 0,11%.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan bahwa meskipun The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga pada Desember, pasar masih belum yakin kapan bank sentral AS ini berencana untuk mulai memangkas suku bunganya.

“Ketidakpastian ini membantu dolar, bahkan ketika data penggajian ADP menunjukkan adanya penurunan yang lebih besar di pasar tenaga kerja,” ujarnya dalam riset Kamis (7/12/2023).

Di sisi lain, data nonfarm payrolls yang akan dirilis diperkirakan memberi isyarat pasti mengenai pasar tenaga kerja, dan kemungkinan menjadi faktor dalam pergerakan dolar untuk sisa tahun ini.

Dari dalam negeri, pasar juga terus memantau proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2024 sebesar 4,8%. Proyeksi tersebut lebih rendah dari target pemerintah sebesar 5,2%.

Meski demikian, Ibrahim menuturkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8% bukan hal yang buruk. Ini karena pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi sebesar 2,8% pada 2024.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,8 persen berarti perekonomian tidak akan resesi, meski tidak terakselerasi. Namun, target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen 2024 bisa tercapai, walaupun pemerintah harus kerja keras untuk menopangnya,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyampaikan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% pada 2024 dalam pidato penyampaian Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2024 dan Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR RI Tahun Sidang 2023 - 2024 di Jakarta.

Jokowi mengatakan stabilitas ekonomi makro akan terus dijaga. Selain itu, situasi pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak pada 2024 akan dikondisikan untuk tetap kondusif guna meningkatkan optimisme perekonomian jangka pendek.

Sementara itu, Ibrahim memperkirakan pergerakan nilai tukar rupiah pada Jumat (8/12/2023) akan tetap bergerak fluktuatif tetapi kembali ditutup melemah di rentang Rp15.490 – Rp15.550.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper