Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sentimen Positif Divestasi 14% Saham Vale (INCO) ke MIND ID

Binaartha Sekuritas menargetkan saham Vale Indonesia (INCO) di level Rp6.560 dengan rekomendasi buy.
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis-Paulus Tandi Bone
Proses penambangan Nikel PT Vale Indonesia Tbk. di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Jumat (28/7/2023)/Bisnis-Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Kesepakatan divestasi 14% saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) ke MIND ID memberikan katalis positif bagi pergerakan sahamnya meskipun angka divestasi lebih besar dari rencana semula yaitu 11%. 

Berdasarkan data RTI Business, saham INCO berada di posisi Rp4.650 per saham atau naik 1,31% pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (20/11/2023). Sepanjang perdagangan INCO bergerak di level Rp4.580 hingga Rp4.680 per saham. Secara year-to-date, saham INCO anjlok 34,51%. 

Analis Binaartha Sekuritas Revita Dhiah Anggrainy mengatakan divestasi saham INCO ke MIND akan menjadi sentimen positif untuk saham INCO ke depan sekalipun tidak secara langsung. 

“Jadi sentimen positif, tapi tidak akan terpengaruh langsung ke saham,” kata Revita kepada Bisnis, Senin (20/11/2023). 

Meskipun harga saham akan terangkat dengan kabar divestasi, harga nikel yang melemah justru dapat menjadi ancaman yang mempengaruhi pendapatan. Revita menjelaskan harga nikel memang akan mempengaruhi namun akan terbantu dengan jumlah produksi INCO. 

Sepanjang sembilan bulan 2023, produksi INCO naik 18% year-on-year sementara untuk penjualan nikel in mate naik 14%. 

Menurut Revita, untuk mempertahankan daya saing, INCO tetap fokus pada peningkatan produktivitas dan efisiensi biaya. Menurut perhitungannya, beban pokok pendapatan pada kuartal III/2023 lebih rendah daripada di kuartal sebelumnya, dibantu oleh konsumsi bahan bakar dan beban royalti yang lebih rendah. 

Meskipun beban pokok pendapatan lebih tinggi 6% selama selama sembilan bulan 2023, namun secara kuartalan, biaya tunai per ton tercatat sebesar US$9.340,6 per ton kuartal II/2023 dibandingkan dengan US$12.569,7 per ton pada kuartal III/2023. 

“Perkiraan biaya per ton diperkirakan akan turun sebesar -16,97% YoY pada tahun 2023 menjadi US$11.794 per ton, atau penurunan CAGR dalam 2023-2024F sebesar -9% dibandingkan dengan sepanjang 2022,” katanya. 

Binaartha menargetkan saham INCO di level Rp6.560 dengan rekomendasi buy. Saat ini price to earning ratio (PER) INCO di posisi 14,1 kali. 

Seperti yang diketahui, pengendali INCO, Vale Canada Limited dan SMM akan melepas kepemilikan sahamnya di INCO sekitar 14% kepada MIND ID. Aksi divestasi ini akan membuat MIND ID menjadi pengendali dengan kepemilikan saham terbesar yaitu 34%. 

Pengaturan lebih rinci terkait mekanisme transaksi akan difinalisasi dalam bentuk perjanjian definitif dengan transaksi diharapkan rampung pada 2024. Adapun kewajiban divestasi ini telah tertuang dalam UU No. 3/2020 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Dalam keterangan resmi INCO, transaksi pelepasan 14% saham ke MIND ID diharapkan selesai pada tahun 2024 dengan tergantung pada kondisi penutupan yang lazim.

_______________

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Farid Firdaus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper