Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Penyebab BEI Pangkas Target Transaksi Harian Jadi Rp10,75 Triliun hingga Akhir 2023

BEI memangkas target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) jadi Rp10,75 triliun hingga akhir 2023 disebabkan adanya kenaikan suku bunga global dan domestik.
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta, Selasa (19/9/2023). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan telah memangkas target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) saham dari sebelumnya sebesar Rp14,75 triliun menjadi Rp10,75 triliun hingga akhir 2023.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pertimbangan BEI dalam memangkas RNTH karena dipengaruhi sentimen domestik maupun global yang mempengaruhi pasar modal Indonesia. Adapun, BEI telah mengkaji penurunan RNTH ini sejak beberapa bulan lalu.

“Iya, itu revisi target RNTH itu sudah dilakukan beberapa bulan lalu, pertimbangannya yaitu kondisi pasar sekarang," ujar Jeffrey ditemui di Gedung BEI, Kamis, (26/10/2023).

Dia bilang, kenaikan suku bunga global dan domestik mengakibatkan kupon obligasi pemerintah naik, sehingga memengaruhi minat investor untuk masuk ke pasar saham. Menurutnya, investor lebih memilih berinvestasi di instrumen obligasi.

Adapun, pasar saham juga terdampak dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan ke level 6% untuk pertama kalinya sejak Januari 2023, dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan lalu.

Di lain sisi, Bank Sentral AS Federal Reserve masih berpotensi menaikkan tingkat suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) hingga akhir tahun, yang memengaruhi pasar modal negara-negara di Asia, salah satunya Indonesia.

"Sehingga secara otomatis minat terhadap instrumen saham pasti turun. Masyarakat akan lebih memilih untuk berinvestasi di instrumen pasar modal yang lain, seperti di obligasi," kata Jeffrey.

Sepanjang tahun berjalan, rata-rata nilai transaksi harian turun ke level Rp10,48 triliun secara year-to-date (ytd). Di lain sisi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih melemah.

Mengacu data RTI Business, IHSG terkoreksi cukup dalam 1,75% atau 119,86 poin ke level 6.714,51 pada Kamis, (26/10/2023). Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di rentang 6.704-6.838, dan kapitalisasi pasar tembus Rp10.465 triliun.

Sementara itu, sepanjang 2023 IHSG juga terkoreksi 1,99% secara year-to-date (ytd) dari posisi awal Januari 2023 di level 6.850,98.

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) menembus angka Rp12,25 triliun pada tahun 2024. Bursa memandang optimistis target ini bisa tercapai.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan BEI yakin bisa mencapai target RNTH Rp12,25 triliun di tahun depan, dengan jumlah hari bursa sebanyak 239 hari. Menurutnya, terdapat beberapa faktor yang akan membuat target tersebut dapat tercapai.

"Karena kami yakin Pemilu aman, pertmbuhan ekonomi masih bagus, inflasi terkendali, dan kami melakukan sosialisasi dan edukasi, juga meluncurkan produk baru," kata Irvan ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (26/10/2023).

Menurutnya, saat ini Bursa tengah menyiapkan beberapa produk baru yang diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan. Produk tersebut seperti produk investasi derivatif, futures, hingga short selling yang sesuai aturan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rizqi Rajendra
Editor : Ibad Durrohman
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper