Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Link Net (LINK) Dapat Pinjaman Rp3 Triliun, Mau Buat Apa?

Link Net (LINK) meraih fasilitas pinjaman Rp3 triliun dari BBCA yang akan digunakan untuk pembangunan home pass.
Logo Link Net Tbk. (LINK)./linknet.co.id
Logo Link Net Tbk. (LINK)./linknet.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten anak usaha PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Link Net Tbk. (LINK) meraih pinjaman dengan nilai Rp3 triliun, yang akan digunakan untuk melakukan pembangunan home pass

Manajemen LINK mdalam keterbukaan informasi, mengumumkan penandatanganan perubahan pertama atas perjanjian kredit dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dengan rincian tambahan fasilitas kredit investasi 2 senilai Rp3 triliun. Fasilitas kredit ini memiliki tenor 5 tahun.

"Tujuan penggunaan dana adalah untuk membiayai pembangunan satu juta home pass, termasuk infrastruktur pendukungnya dan kebutuhan umum LINK," tutur manajemen LINK, dikutip Minggu (17/9/2023). 

LINK lantas menyatakan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak negatif bagi kondisi keuangan mereka. 

Sebagai informasi, LINK sebelumnya berencana mempercepat penyediaan delapan juta home pass hingga lima tahun ke depan.

Home pass ini akan dimanfaatkan oleh induk perusahaan, XL Axiata. Tepatnya untuk memberikan layanan FBB dan FMC kepada seluruh pelanggan XL Axiata. P

residen Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan kolaborasi yang semakin erat antara XL Axiata dengan Link Net akan mampu meningkatkan penetrasi layanan konvergensi di Indonesia.

"Selain itu, tentunya XL Axiata juga bertekad untuk meningkatkan basis pelanggan konvergensi. XL Axiata akan memanfaatkan peluang pasar FBB yang penetrasinya masih rendah, namun tren permintaan pasar yang terus menguat," ucap Dian.

Sementara itu, Presiden Direktur & CEO Link Net Marlo Budiman menekankan bahwa perseroan sedang melakukan transformasi bisnis broadband perumahan menjadi Fiber Co, dan fokus pada aktivitas inti pengembangan jaringan fixed line

"Skala ekonomi dikombinasikan dengan keahlian membangun jaringan fiber selama lebih dari 25 tahun, akan membuat kami menjadi pemimpin pasar dalam hal efisiensi biaya dan kualitas jaringan," ujar Marlo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper