Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Emas Tertekan Dolar AS, Turun 2 Sesi

Harga emas global turun dua sesi beruntun seiring dengan beralihnya minat investor ke aset dolar AS.
Harga emas global turun dua sesi beruntun seiring dengan beralihnya minat investor ke aset dolar AS. /Pexels.
Harga emas global turun dua sesi beruntun seiring dengan beralihnya minat investor ke aset dolar AS. /Pexels.

Bisnis.com, JAKARTA -  Harga emas global turun dua sesi beruntun seiring dengan beralihnya minat investor ke aset dolar AS yang membuat permintaan logam mulia berkurang.

Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Selasa (8/8/2023), memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut, karena data perdagangan mengecewakan dari China, peringatan peringkat kredit untuk bank-bank AS, dan beberapa pendapatan perusahaan yang lemah mendorong pelarian ke mata uang aman dolar AS dan obligasi pemerintah.

Harga emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange tergelincir US$10,10 atau 0,51 persen menjadi US$1.959,90 dolar per ounce, setelah menyentuh tertinggi sesi di 1.972,80 dan terendah sesi di 1.956,50.

Mengutip Antara, peringatan peringkat kredit untuk bank-bank AS dan beberapa pendapatan perusahaan yang lemah memicu pelarian modal ke dolar AS dan obligasi pemerintah.

Selera risiko berkurang pada Selasa (8/8), menyusul berita bahwa ekspor dan impor China berkontraksi lebih dari yang diharapkan pada Juli, data pemerintah menunjukkan.

Ekspor negara itu anjlok 14,5 persen untuk tahun ini hingga Juli, penurunan terbesar sejak merebaknya pandemi COVID-19 pada Februari 2020, sementara impor turun 12,4 persen, lebih buruk dari perkiraan.

Sementara itu, keputusan Moody's untuk meninjau beberapa bank besar AS untuk kemungkinan penurunan peringkat dan peringkat utang yang lebih rendah pada beberapa bank kecil dan menengah, juga menambah sentimen penghindaran risiko (risk-off).

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,5 persen menjadi 102,53. Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS 10-tahun turun 5 basis poin menjadi 4,035 persen, menurut data FactSet.

"Meskipun dolar menguat secara luas, emas bertahan dengan baik mengingat semua aksi jual yang memukul komoditas lain. Jika prospek ekonomi global semakin memburuk, emas akan mendapatkan penawaran beli di sini," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, dalam komentar email.

Investor juga sedang menunggu rilis indeks harga konsumen AS Juli pada Kamis (10/8) dan indeks harga produsen pada Jumat (11/8), untuk petunjuk lintasan suku bunga Federal Reserve selanjutnya.

Sementara itu, Monex Investindo Futures melaporkan harga emas menurun seiring dengan menguatnya dolar AS. Meningkatnya permintaan aset safe haven dolar AS terjadi karena kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi China, negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia.

"Permintaan dolar AS melonjak seiring kekhawatiran pasar terhadap perlambatan ekonomi China setelah data ekspor dan impor China selama bulan Juli menunjukkan hasil yang mengecewakan," jelas laporan Monex.

Meningkatnya permintaan terhadap dolar AS telah menekan harga emas karena membuat harga emas menjadi lebih mahal untuk pemilik mata uang lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Hafiyyan
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper