Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Emiten Hary Tanoe (MSIN) Gandeng Raksasa Media Hong Kong

PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) mendorong perluasan distribusi film dan program televisi lewat perjanjian kerja sama dengan media asing Hong Kong.
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) mendorong perluasan distribusi film dan program televisi lewat perjanjian kerja sama dengan media asing Hong Kong. /Bisnis.com
Hary Tanoesoedibjo, Executive Chairman MNC Group. PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) mendorong perluasan distribusi film dan program televisi lewat perjanjian kerja sama dengan media asing Hong Kong. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo, PT MNC Digital Entertainment Tbk. (MSIN) mendorong perluasan distribusi film dan program televisi lewat perjanjian kerja sama dengan media asing Hong Kong, yakni Media Asia Group Holdings Limited. 

Penandatanganan yang terjadi pada Rabu (26/7/2023) ini memungkinkan kedua perusahaan untuk memperluas cakupan distribusi produknya, baik di Indonesia maupun Tiongkok Raya.

Selain itu, kongsi tersebut juga dinilai memberikan banyak peluang untuk memproduksi bersama film dan program televisi menggunakan Movieland, yakni kompleks produksi MNC Media dan hiburan di SEZ MNC Lido City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengatakan kemitraan baru tersebut akan membuka lebih banyak peluang bagi perseroan, sekaligus mempererat hubungan bilateral bagi kedua negara. 

“Ada banyak hal yang dapat kami jelajahi dan manfaatkan dari aliansi ini dan kami berharap dapat melihat lebih banyak pertumbuhan dari kerja sama ini,” ujarnya dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis (27/7/2023). 

Adapun kemitraan tersebut dinilai akan meningkatkan kualitas konten dan efisiensi, serta menyediakan ruang untuk produksi bersama acara langsung dan konser di Indonesia. 

Dengan koneksi yang kuat dari Media Asia Group Holdings Limited, kerja sama ini akan memberikan lebih banyak eksposur bagi talenta Indonesia untuk berkembang ke Asia.

Sebagai informasi, (MSIN) mencatatkan adanya penurunan laba sebesar 14,75 persen pada 2022. Penurunan itu terjadi di tengah pendapatan perseroan yang meningkat 14,13 persen. 

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2022, MSIN mencatatkan pendapatan sebesar Rp3,51 triliun atau naik 14,13 persen dari Rp3,08 triliun pada tahun 2023. 

Perinciannya, MSIN memperoleh pendapatan dari segmen konten, IP dan talent sebesar Rp2,42 triliun atau naik 16,89 persen, kemudian dari segmen digital mencapai Rp1,5 triliun atau naik 12,85 persen, dan subscription sebesar Rp422,52 miliar atau naik 12,19 persen. 

Jika dijumlah pendapatan ini mencapai Rp4,35 triliun, tetapi mendapatkan eliminasi sebesar Rp835,47 miliar sehingga pendapatan bersih mencapai Rp3,51 triliun. Pada saat yang sama, beban langsung perseroan naik 4,59 persen menjadi Rp2,5 triliun hingga akhir 2022

Dengan demikian, MSIN masih mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp339,77 miliar sepanjang 2022. Laba ini menurun 14,75 persen dari Rp398,56 miliar pada 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dionisio Damara
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper