Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Wall Street Ambrol Akibat Investor Panik, IHSG Hari Ini Kena Imbas?

Wall Street mencatat penurunan terdalam pada bulan ini karena kekhawatiran investor tentang perlambatan ekonomi AS.
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle
Karyawan berada di Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS, Senin (27/6/2022). Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Wall Street mencatat penurunan terdalam pada bulan ini di akhir perdagangan Rabu pagi WIB (26/4/2023), karena kekhawatiran investor tentang perlambatan ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 344,57 poin atau 1,02 persen, menjadi 33.530,83. Indeks S&P 500 kehilangan 65,41 poin atau 1,58 persen, berakhir di 4.071,63. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 238,05 poin atau 1,98 persen, ditutup pada 11.799,16.

Indeks Dow dan S&P 500 keduanya menandai penurunan persentase satu hari terbesar sejak 22 Maret, dan Indeks Komposit Nasdaq mencatat persentase penurunan satu hari terbesar sejak 9 Maret.

Saham United Parcel Service Inc (UPS) terjun 10 persen, kerugian harian terbesar sejak Juli 2006, setelah perusahaan kurir itu memperkirakan pendapatan setahun penuh di ujung bawah target sebelumnya. Ini membantu mendorong indeks Dow Jones Transport Average turun 3,6 persen, penurunan satu hari terbesar sejak September.

"Investor telah berusaha dengan gagah berani untuk menyatukannya di tengah laba besar dan pekan data ekonomi serta pertemuan Federal Reserve minggu depan," kata Carol Schleif, kepala investasi untuk BMO Family Office yang berbasis di Chicago dikutip dari Antara.

Investor memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Rabu (3/5/2023) setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal.

Saham Microsoft Corp rebound setelah ditutup turun 2,2 persen di sesi reguler dan merupakan hambatan terbesar pada S&P 500 menjelang laporan triwulanannya. Microsoft Corp berbalik arah untuk naik 4,6 persen pada akhir perdagangan setelah pendapatannya mengalahkan ekspektasi analis.

Demikian pula, saham induk Google Alphabet Inc terangkat 4,0 persen setelah bel ketika pendapatan kuartal pertamanya melampaui ekspektasi didorong peningkatan iklan dan permintaan layanan cloud yang stabil. Alphabet Inc telah ditutup jatuh 2,0 persen.

Indeks Perbankan Regional KBW merosot 3,9 persen karena saham First Republic Bank anjlok 49 persen, mencapai rekor terendah. Pemberi pinjaman yang kesulitan itu melaporkan pelarian simpanan lebih dari 100 miliar dolar AS pada kuartal pertama menyusul krisis perbankan terbesar sejak 2008 bulan lalu.

"Orang-orang mencoba mencari tahu kesehatan bank regional secara umum. Apakah itu merupakan peringatan dini akan adanya bahaya? Sangat penting bagi bisnis skala menengah di negara ini agar bank regional tetap sehat," kata Schleif dari BMO.

Juga di benak investor adalah kebuntuan anggota parlemen di Washington ketika menaikkan plafon utang AS.

"Setiap kali Anda mendengar tentang potensi default (gagal bayar) itu akan memicu lingkungan risk-off. Jika kita pergi ke tepi jurang dan bahkan lebih jauh lagi, itu tidak akan menjadi pertanda baik untuk aset-aset berisiko atau kepercayaan konsumen," kata Brian Price, kepala manajemen investasi untuk Commonwealth Financial Network in Boston.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Newswire
Editor : Pandu Gumilar
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper