Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tanggal Muda IHSG Dibuka Melemah, Saham BMRI, BBCA, BBRI Terkoreksi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (27/3/2023) dengan pelemahan 0,20 persen ke level 6.748,63.
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati mengamati pergerakan harga saham di kantor PT Mandiri Sekuritas di Jakarta, Rabu (9/11/2022). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (27/3/2023) dengan pelemahan 0,20 persen ke level 6.748,63 setelah sempat menguat pada akhir pekan lalu.

IHSG sempat bergerak ke posisi tertinggi 6.772,59 sesaat setelah pembukaan, sementara posisi terendah di 6.744,62. Sebanyak 183 saham menghijau, 89 saham melemah, dan 238 saham di posisi yang sama dengan penutupan perdagangan sebelumnya.

Mayoritas indeks sektoral mengawali pembukaan di zona hijau dengan kenaikan tertinggi pada sektor transportasi yang menguat 0,78 persen. Kemudian disusul sektor energi dengan kenaikan 0,68 persen, dan sektor industri dasar menguat 0,48 persen.

Meski demikian, sektor finansial terpantau masih di zona merah dengan pelemahan 0,48 persen pada pembukaan.

Sebagian besar saham-saham penghuni top 10 big cap terpantau mengawali perdagangan di zona merah. Sampai pukul 09.03 WIB, BMRI memimpin pelemahan dengan koreksi 4,82 persen ke harga Rp10.375. Kemudian pelemahan disusul oleh GOTO yang turun 1,74 persen ke Rp113. BBCA dan BBRI juga turun masing-masing sebesar 0,85 persen dan 0,42 persen.

Sementara itu, TLKM menjadi big cap dengan kenaikan tertinggi yakni sebesar 0,74 persen. Kemudian posisinya diikuti oleh BBNI yang naik 0,26 persen. ASII, BYAN, dan TPIA terpantau masih berada di level harga yang sama seperti penutupan sebelumnya.

ZATA masuk deretan top gainers di awal perdagangan dengan kenaikan 15,71 persen ke harga Rp81. Kemudian disusul MKTR dan BOSS yang naik masing-masing 10,53 persen dan 8,33 persen.

Di sisi lain, CHEM melemah 6,96 persen ke Rp107 dan IRSX mengekor dengan koreksi 6,76 persen pada awal perdagangan.

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas William Surya Wijaya dalam riset hariannya memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 6.636—6.798 pada perdagangan hari ini. Dia menyebutkan pergerakan IHSG terlihat masih berpotensi mengalami kenaikan jangka pendek. Meski demikian, dia memperkirakan indeks akan bergerak dalam rentang konsolidasi wajar selama belum mampu menembus level resisten terdekat. 

“Prospek pertumbuhan kinerja emiten pada kuartal I/2023 yang berpotensi terus membaik tentunya masih akan terus menarik bagi investor untuk dapat melakukan investasi di dalam pasar modal Indonesia. Ini juga ditunjang oleh mengalirnya capital inflow selama 2023 di pasar modal Indonesia,” kata dia. 

Sementara itu, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di atas support 6.680 dan cenderung menguat sepanjang pekan ini. Terdapat potensi menguat ke 6.750–6.780 pada awal pekan.

Potensi penguatan IHSG tidak lepas dari pergerakan indeks-indeks Wall Street yang berbalik menguat pada perdagangan Jumat (24/3/2023) sehingga terjadi penguatan mingguan pada pekan lalu. Kenaikan tersebut ditopang oleh rebound-nya saham-saham bank regional setelah sempat tertekan akibat krisis Silicon Valley Bank.

“Perhatian pelaku pasar tampaknya masih kepada kondisi sektor keuangan di Eropa, terutama setelah kabar lonjakan credit default swap dari Deutsche Bank,” tulis Phintraco.

Di sisi lain, respons positif pelaku pasar terhadap hasil FOMC 22 Maret 2023 berpotensi menopang saham-saham rate-sensitive di pekan ini. Sebagaimana diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 bps dalam FOMC tersebut dan relatif sesuai perkiraan pasar.

The Fed juga menyatakan kenaikan suku bunga acuan akan segera berakhir. Sinyal dovish itu diikuti dengan pernyataan Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen yang menyebutkan bahwa pemerintah AS dapat mengambil tindakan tambahan jika diperlukan untuk menstabilkan bank-bank.

“Hal ini diperkirakan mempengaruhi keputusan suku bunga acuan hingga akhir 2023,” lanjut Phintraco Sekuritas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper