Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Usai IPO, Berdikari Pondasi Perkasa (BDKR) Bidik Pendapatan Rp574,7 Miliar

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp574,7 miliar pada 2023.
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp574,7 miliar pada 2023.
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) menargetkan pendapatan bersih sebesar Rp574,7 miliar pada 2023.

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten konstruksi PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) membidik pendapatan bersih sebesar Rp574,7 miliar pada 2023. 

Direktur Berdikari Pondasi Perkasa Tan Franciscus mengatakan usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), BDKR juga menargetkan peningkatan laba 10 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara itu, capex tahun ini diproyeksikan sebesar Rp10 miliar-Rp15 miliar yang mayoritas untuk pengadaan alat berat. 

“Target pendapatan Rp574,7 miliar, untuk laba diperkirakan meningkat dobel digit,” katanya di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) usai pencatatan saham perdana, Jumat (3/3/2023). 

Target tersebut akan diraih dengan beberapa strategi seperti membidik proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), pengembangan pertambangan batu bara, serta pembangunan proyek geothermal dan sektor EBT. 

“Sudah dapat dua proyek IKN, jembatan. April ini ada pekerjaan maintenance PLTB Tolo Jeneponto,” katanya. 

Tan Franciscus mengemukakan bahwa dua proyek di IKN yang telah diamankan adalah pembangunan feeder jembatan Pulau Balang dan pembangunan duplikasi jembatan bentang pendek Pulau Balang, Kalimantan Timur. 

Franciscus tidak memerinci nilai kontrak dari kedua proyek IKN tersebut. Namun, proyek-proyek tersebut masuk dalam daftar delapan kontrak terbesar yang diterima Berdikari Pondasi per 31 Januari 2022 yang mencapai Rp152,9 miliar.

“Sebenarnya kita ga perlu fokus ke saktu sektor, tapi yang menjajikan seperti pertambangan pembangunan smelter, sektor EBT, pembangunan geothermal,” katanya. 

BDKR juga mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan proyek pondasi PT Freeport Smelter Gresik. Setelah menyelesaikan proyek itu, BDKR mengambil proyek penyediaan alat berat. 

“Seperti yang saya katakan di proyek yang sama kita bisa 2 proyek yaitu pondasi dan penyediaan alat berat,” jelasnya. 

Sementara itu, Franciscus mengatakan bahwa penambahan alat berat tahun ini jumlahnya tidak sebanyak tahun sebelumnya, dimana setelah Covid-19 atau periode 2021-2022 BDKR mengalokasikan belanja modal yang cukup besar. 

Salah satu penggunaan dana IPO adalah pemenuhan biaya operasional. Franciscus mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan sektor konstruksi memiliki cash flow yang lambat. 

“Pembayaran cukup lama, sedangkan kita butuh investasi alat berat. Kami perlu suntikan itu untuk standby uang agar operasional kami berjalan,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Artha Adventy
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper