Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Dibuka Terperosok ke Jalur Merah, Saham WIFI, WIRG, hingga BREN Merosot

IHSG dibuka anjlok 1,02% ke 7.871,16 pada hari ini, Jumat (29/8/2025), tertekan saham WIFI, BBCA, dan BREN. Sentimen eksternal dan teknikal mempengaruhi pergerakan pasar.ih
Layar menunjukkan pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Kamis (24/7/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 7.530,90 pada Kamis (24/7/2025). Kenaikan ini ditopang oleh saham bank pelat merah atau BUMN yang kompak menguat./JIBI/Bisnis/Abdurachman
Layar menunjukkan pergerakan perdagangan saham di Jakarta, Kamis (24/7/2025). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 7.530,90 pada Kamis (24/7/2025). Kenaikan ini ditopang oleh saham bank pelat merah atau BUMN yang kompak menguat./JIBI/Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka anjlok pada hari ini, Jumat (29/8/2025), di tengah sentimen ricuhnya aksi demonstrasi kemarin. Pelemahan IHSG ditekan oleh koreksi saham WIFI, BBCA, hingga BREN.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka anjlok 80,92 poin atau 1,02% ke level 7.871,16 pada pagi ini, Jumat (29/8/2025). IHSG bergerak di rentang 7.867,87 hingga 7.902,54. 

Sebanyak 124 saham menguat, 300 saham melemah, dan 193 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.268,82 triliun.

Pada hari ini, merosotnya IHSG ditekan oleh pelemahan harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) sebesar 3,47% ke level Rp2.780 per saham.

Selain itu, saham emiten berkapitalisasi pasar besar rontok pada pagi ini. Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 0,6% ke level Rp8.275, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 1,45% ke level Rp4.080, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 1,05% ke posisi Rp4.720 per saham. 

Selain itu, saham PT WIR Asia Tbk. (WIRG) anjlok 6,6% ke posisi Rp184, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) merosot 3,23% ke level Rp9.000, saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) melemah 1,34% ke level Rp2.940, dan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 1,86% ke level Rp1.585 per saham. 

Berbanding terbalik, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) melanjutkan penguatan 0,88% ke level Rp98.000, PT Bank Maspion Indonesia Tbk. (BMAS) melaju 25% ke level Rp825, dan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk. (PGUN) melaju 24,7% ke level Rp3.080. 

Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG berpotensi bergerak melemah hari ini. IHSG diestimasi bergerak di level support 7.830—7.900 dan resistance 8.000—8.050.

BNI Sekuritas merekomendasikan analis untuk mencermati saham BBYB, ATLA, MBMA, BKSL, MINA, dan CUAN sebagai ide trading hari ini.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan menyampaikan bahwa indeks komposit ditutup naik tipis 0,20% ke posisi 7.952 pada perdagangan kemarin. Namun, penguatan indeks disertai sinyal teknikal yang mengindikasikan tekanan jual.

“Secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut serta IHSG membentuk long upper shadow yang mengindikasikan adanya tekanan jual,” ujarnya dalam publikasi riset harian. 

Phintraco Sekuritas memperkirakan indeks komposit berisiko melemah menuju support level 7.900 dengan resistance berada di 8.020 dan pivot di 7.950. 

Valdy menuturkan bahwa dari sentimen eksternal, pasar mencermati keputusan Bank Sentral Korea Selatan yang mempertahankan suku bunga acuan di level 2,5% untuk kedua kalinya, sesuai dengan perkiraan pelaku pasar.

Selain itu, investor juga mengawasi dampak tarif impor Amerika Serikat (AS) sebesar 50% terhadap India yang berpotensi menekan sentimen perdagangan di kawasan. 

Sementara dari Eropa, Jerman akan merilis data Retail Sales Juli 2025 yang diperkirakan melemah 0,4% secara bulanan, setelah pada Juni naik 1%. Inflasi Jerman juga diperkirakan meningkat menjadi 2,1% pada Agustus dari 2% bulan sebelumnya.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan pada hari ini, yakni PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN), PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Alam Sutera Realty Tbk. (ASRI). 

Dalam riset terpisah, Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan bahwa indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan kemarin. Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,16% ke level 45.636,90 Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,32% ke level 6.501,86 dan Nasdaq menguat 0,53% ke level 21.705,16.

“IHSG kembali menorehkan rekor all time high pada perdagangan terakhir setelah menyentuh level tertinggi harian di 8.022.”

Ke depan, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan indeks berpotensi mengalami koreksi seiring dengan meningkatnya peluang aksi ambil untung. 

“Area resistance terdekat berada di 8.022, sementara support terjaga pada kisaran 7.800.”

Pada hari ini, saham NCKL, MAPA, dan FILM direkomendasikan beli. Target harga saham NCKL menurut BRI Danareksa Sekuritas berada di level Rp1.135—Rp1.175, MAPA menuju Rp670—Rp705, dan FILM memiliki ruang terapresiasi ke posisi Rp3.520—Rp3.770 per saham. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro