Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Calon Emiten Berdikari (BDKR) Incar Dana IPO Rp176 Miliar, Ini Detailnya

PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO).
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu kantor perusahaan sekuritas di Jakarta, Kamis (12/1/2023). Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA - PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk. (BDKR) berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan harga awal Rp188-Rp200 per saham.

Dalam prospektusnya, BDKR akan melepas 706,1 juta saham atau setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp188-Rp200 per saham. 

Dengan demikian BDKR berpotensi meraup dana Rp141,22 miliar melalui IPO. BDKR juga akan menerbitkan 353,05 juta waran seri I. Setiap pemegang saham baru berhak memperoleh satu waran seri I. Harga pelaksanaan waran seri I Rp500 sehingga BDKR berpotensi memperoleh dana tambahan Rp176,52 miliar.

Penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Semesta Indovest Sekuritas. Adapun penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.

Seluruh dana IPO nantinya akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja BDKR. Diantaranya adalah gaji dan tunjangan karyawan, pembelian perlengkapan proyek, biaya langsung, solar, oli dan aki, pembelian suku cadang, pembayaran premi asuransi untuk alat berat dan proyek, dan biaya operasional.

Kemudian dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan Waran Seri I akan digunakan seluruhnya oleh BDKR untuk modal kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan operasional. Jika dana IPO tidak mencukupi, maka BDKR akan menggunakan laba ditahan dan fasilitas pinjaman perbankan atau eksternal.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juli 2022, BDKR mencatatkan pendaptan usaha sebesar Rp274,59 miliar atau naik 23,81 persen pada periode yang sama tahun lalu. Pada 2021, BDKR membukukan pendapatan sebesar Rp221,77 miliar.

Selanjutnya, BDKR mencatatkan peningkatan beban pokok pendapatan dari Rp132,67 miliar menjadi Rp163,87 miliar per 30 Juli 2022. Hal ini membuat laba kotor BDKR meningkat naik 24,26 persen menjadi Rp110,72 miliar

Setelah dikurangi berbagai beban yang dapat diefisienkan, BDKR mampu membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp36,28 miliar per 30 Juli 2022. Angka ini meningkat 47,22 persen dari Rp19,15 miliar. Sementara itu, jumlah aset BDKR meningkat 30,14 persen dari Rp833,13 miliar di akhir tahun 2021 menjadi Rp1,08 triliun per 30 Juli 2022. Di sisi lain, jumlah liabilitas meningkat 65 persen dari Rp329,85 miliar pada 31 Desember 2021 menjadi Rp544,28 miliar pada 30 Juli 2022.

Kemudian untuk kas dan bank akhir periode terjadi peningkatan 301,7 persen dari Rp3,89 miliar menjadi Rp16 miliar. BDKR merupakan perusahaan dengan spesialisasi bidang pondasi, perbaikan tanah, konstruksi dermaga, pengangkatan berat, dan penyewaan crane. BDKR merupakan perusahaan yang berkedudukan di Jakarta dan berdiri pada 1984.

Pada divisi heavy lift dan crane rental, BDKR memiliki beberapa unit Crawler Crane berkapasitas 800 ton dengan luffing jib dan superlift. BDKR juga memiliki armada Mobile dan Rough Terrain Crane dengan kapasitas terbesar di 450 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper