Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Adaro (ADRO) Kurangi Modal Anak Usaha, Punya Aset Batu Bara Ratusan Juta Ton

Adaro (ADRO) melakukan pengurangan modal di sejumlah aset batu bara seperti PT Maruwai Coal (MC), PT Lahai Coal (LC), dan PT Juloi Coal (JC).
Adaro (ADRO) melakukan pengurangan modal di sejumlah aset batu bara seperti PT Maruwai Coal (MC), PT Lahai Coal (LC), dan PT Juloi Coal (JC).
Adaro (ADRO) melakukan pengurangan modal di sejumlah aset batu bara seperti PT Maruwai Coal (MC), PT Lahai Coal (LC), dan PT Juloi Coal (JC).

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) melakukan pengurangan modal anak usaha senilai total Rp43,4 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ADRO melakukan pengurangan modal yang yang dilakukan di PT Maruwai Coal (MC), PT Lahai Coal (LC), dan PT Juloi Coal (JC).

Masing-masing perusahaan tersebut sebanyak 83,9 persen sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh ADRO, dengan cara penarikan kembali sejumlah saham yang telah diterbitkan oleh MC, LC, dan JC ke Adaro International (Singapore) Pte. Ltd. (AIS), suatu perusahaan yang 90 persen sahamnya dimiliki secara tidak langsung oleh ADRO.

"Latar belakang dan alasan transaksi pengurangan modal ini merupakan strategi ADRO untuk menyederhanakan dan menyelaraskan unit-unit bisnis dengan lini usaha, demi struktur organisasi yang lebih kuat dan efisien, dan memberikan fleksibilitas Grup Adaro untuk memformulasikan strategi bisnis jangka panjang," ujar Manajemen ADRO.

Pengurangan modal dilakukan dengan cara penarikan kembali saham yang telah diterbitkan oleh MC, LC, dan JC kepada AIS sebesar Rp43,3 miliar, yang mana jumlah setoran saham ini akan dikembalikan ke AIS.

Rinciannya, pengurangan modal di MC senilai Rp13,6 miliar, di LC sebesar Rp21,9 miliar, dan JC senilai Rp7,69 miliar.

Sebagai informasi, Maruwai Coal memiliki luas area 24.990 ha, yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Maruwai Coal memproduksi batu bara jenis hard cooking coal dan green coal sejak 2019.

Kemudian Lahai Coal memiliki luas area 24.990 ha, yang berlokasi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Lahai Coal saat ini memproduksi green coal.

Adapun, Juloi Coal memiliki luas area 24.988 ha dan berlokasi di Kalimantan Tengah. Juloi Coal memproduksi metallurgical coal dan saat ini belum beroperasi. Juloi memiliki total sumber daya batu bara sebanyak 629,8 juta ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper